Sigi Masuk Wilayah Darurat Narkoba

0
297

SIGI – Wilayah Kabupaten Sigi menjadi sasaran empuk bagi peredaran narkotika, dan Kota Palu sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Tengah yang begitu sangat dekat, menjadikan Kabupaten Sigi sebagai daerah transit, pengguna dan penyimpanan berbagai jenis Narkotika.

Ilustrasi (jpnn)

Bahkan barang haram tersebut telah masuk ke pelosok desa. Dan tidak hanya menyentuh kalangan pelajar namun juga petani. Sungguh menghawatirkan bila persoalan itu kurang menjadi perhatian serius bagi semua pihak dan elemen masyarakat. Hampir dua bulan terakhir sejak bulan Januari 2018, Polresta Kabupaten Sigi telah meringkus sejumlah pelaku pengguna maupun pengedar Narkotika jenis Sabu-sabu, diantaranya Kecamatan Sigi Biromaru, Marawola, Kulawi dan Kecamatan Palolo.

Tokoh masyarakat Kecamatan Marawola yang akrab disapa Om Doho mengatakan, narkotika merupakan barang berbahaya yang harus diberantas secara bersama, karena narkoba akan merusak generasi bangsa, dan persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan merajalela di daerah ini, dan bisa dikatakan Kabupaten Sigi sebagai daerah darurat narkotika.

“Kita harus mencegah narkoba agar tidak merusak anak-anak kita,” katanya kepada media ini.

Persoalan ini juga lanjut Doho, tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak kepolisian maupun lembaga terkait, akan tetapi peran orang tua menjadi hal yang penting dalam mengawasi anaknya dalam pergaulan. Menjadi hal yang penting sekali adalah masih kata Dohi, mengajari keluarga dan anaknya soal agama, dan dengan pemahaman agama yang dimilikinya Insya Allah anak tersebut akan selalu melakukan hal-hal yang positif.

“Pengawasan dan kontrol orang tua terhadap anaknya sangat penting, memberikan pemahaman agama menjadikan dia selalu melakukan hal yang positif. Para pendidik di sekolah juga demikian, tidak hanya sebatas memberikan pelajaran pada siswanya, akan tetapi kontrol penggunaan narkotika sangat penting,” terangnya.

Hal demikian juga disampaikan tokoh pemuda Desa Kalukubula Kecamatan Sigi Biromaru, Saleh. Ia mengatakan, sangat prihatin dengan kondisi peredaran dan pengguan narkotika ditengah masyarakat. Pelajar menjadi sasaran empuk pengguna narkoba dalam memberikan efek buruk. Bahkan kata Saleh, dalam mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu itu pada konsumennya, tidak lagi secara bersembunyi-sembunyi namun sudah terang-terangan.

“Dengan kondisi saat ini kita harus menjaga keluarga dan anak-anak kita dengan baik, narkoba sudah ada disekeliling kita dan telah merambah kalangan anak-anak,” pungkasnya.(ndr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.