HB Paliudju Jalani Hukuman 11 Tahun Penjara

0
1108

PALU – Mantan Gubernur Sulawesi Tengah, H Banjela (HB) Paliudju, akhirnya memenuhi panggilan eksekusi jaksa eksekutor pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, Senin (5/3) kemarin.

Mantan Gubernur Sulteng, HB Paliudju saat memberi keterangan kepada sejumlah wartawan di Palu terkait pemeriksaannya di Kejati Sulteng, beberapa tahun lalu. (Foto: Rony Sandhi)

Terpidana kasus tindak pidana korupsi ini, dieksekusi untuk menjalani hukuman atas perkara yang pernah menjeratnya dan perkara itu telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palu, Subeno SH, MM melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Palu, Efrivel SH MH, membenarkan telah dilaksanakan eksekusi kepada terpidana HB Paliudju, atau mantan orang nomor satu di Sulteng tersebut.

“Ia sudah dieksekusi, Senin 5 Maret 2018, atau hari ini,” ungkapnya kepada Radar Sulteng, dikonfirmasi kemarin.

Paliudju merupakan terpidana kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap penggunaan dana operasional gubernur tahun 2006-2011, atau ketika menjadi Gubernur Sulteng.

Pelaksanaan eksekusi kepada terpidana telah direncanakan sejak 2017 lalu. Hanya, karena alasan kemanusiaan, sehingga sejak tahun itu baru kemarin terpidana dapat melaksanakan hukuman.

“Tepatnya pelaksanaan eksekusi itu, sekitar jam 2 siang tadi. Paliudju tidak lagi ke Kejari, tetapi terpidana langsung datang ke Lapas, bersama kuasa hukumnya,” terang Efrivel.

Lanjut Efrivel, terpidana Banjela Paliudju dieksekusi untuk mejalani hukuman atas kasus korupsi yang pernah menjeratnya. Pidana pokok yang harus dijalaninya 7 tahun dan 6 bulan penjara.

“Itu belum termasuk hukuman denda dan hukuman uang pengganti,” sebut Efrivel lagi.

Untuk denda sendiri yang dijatuhkan kepada terpidana besarnya Rp200 Juta, jika tidak dibayara subsider 6 bulan kurungan. Sementara hukuman uang pengganti atas kerugian negara  sebesar Rp7,78 miliar. Jika tidak dibayar diganti kurungan 3 tahun penjara. “Pada intinya dalam pelaksanaan eksekusi tadi terpidana kooperatif,” tandasnya.

Sebelumnya pernah diberitakan, putusan akhir perkara yang menyatakan perbuatan terpidana terbukti bersalah adalah putusan kasasi yang turun dari Mahkamah Agung (MA).

MA menghukum terpidana dengan pidana penjara pokok 7 tahun enam bulan, denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan, dan hukuman uang pengganti Rp 7,78 miliar jika tidak dibayar diganti kurungan penjara selama 3 tahun. Sehingga total hukuman pidana jika diakumulasikan untuk terpidana Paliuju adalah selama 11 tahun penjara. (cdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.