Motif Pembunuhan Yeyen Diduga Karena Persaingan Bisnis

0
9956

PALU – Kepolisian Resort (Polres) Palu mengambil alih kasus kematian misterius wanita bernama Nur Faizah alias Yeyen (45) yang dibuang di semak-semak Jalan Kebun Sari, Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Palu Selatan. Polisi menyimpulkan kematian korban, sebelumnya disekap, diikat, lalu dianiaya oleh pelaku, sebab hasil visum awal dinyatakan korban mengalami benturan benda tumpul pada bagian kepala dan dada.

Jenazah korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum, Sabtu (3/4). (Foto: Wahono)

Informasi yang dihimpun koran ini di Polres Palu, ada target yang sementara didalami aparat kepolisian. Dengan berkembang kabar bahwa pria yang diduga membunuh korban tersebut ada kaitannya dengan persoalan bisnis korban, sebab korban diketahui memiliki bisnis jual beli.

“Dugaan sementara kami, yaitu korban disekap oleh pelaku, kemudian tangan dan kaki korban diikat, barulah pelaku menghabisi nyawa korban. Seperti data awal visum ada benturan benda tumpul di kepala dan dada,” kata Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Holmes Saragi, Senin (5/3) kemarin di ruang kerjanya.

Kasat Reskrim belum dapat memberikan informasi lebih mendalam, karena Polres Palu saat ini masih memfokuskan pada kasus pembunuhan. “Kami turunkan kekuatan Reskrim dengan personel Buser yang ada untuk dapat segera mengungkap pelaku,” tambahnya.

Kapolsek Palu Selatan, Kompol Malsukri M Raja, menyampaikan saat penyelidikan dilakukan baru dalam tahap mengumpulkan data dari orang terdekat korban. “Kita masih mengumpulkan bukti keterangan dari orang terdekat korban, termasuk tempat yang sering dikunjungi korban, ” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Palu mendengar kasus tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Hal ini dilakukan guna mengetahui kasus yang terjadi terhadap korban tersebut, sebelum bertemu keluarga nantinya sebagai bentuk perhatian terhadap kasus kekerasan yang terjadi terhadap perempuan.

“Sudah cari informasi ke Kanit PPA Polres, tapi katanya sementara diusut kasusnya, tanya dulu kasusnya setelah itu baru nanti kita ke keluarganya,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak  Kota Palu, Irmayanti Petalolo ditemui di ruangannya, Senin (5/3) kemarin.

Irma berharap kasus tersebut dapat diselesaikan dengan upaya hukum sesuai ketentuan, karena terkait hak asasi manusia terutama korban perempuan, serta diimbau perempuan dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan dan memperkuat kewaspadaan diri ketika berada di dalam maupun di luar rumah. (who/cr6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.