Sulteng Masih Aman dari Melon Australia

0
673

PALU – Dengan melihat topografi wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), maka hampir seluruh wilayahnya memiliki ruang untuk masuknya komoditi pertanian khususnya buah rock melon asal Australia.

Buah melon yang dijual di lapak-lapak pedagang pinggiran Jalan di Kota Palu, Senin (5/3). (Foto: Mugni Supardi)

Hal itu ditegaskan Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Palu, Drh Ida Bagus Hary Soma Wijaya saat dikonfirmasi Radar Sulteng, Senin (5/3). Menurutnya, pengawasan buah rock melon di pemerintah pusat sudah ditingkatkan di pelabuhan-pelabuhan impor yang sudah ditunjuk bisa memasukan buah impor.

Sedangkan di Sulteng sendiri meskipun belum terdapat pelabuhan impor, tetapi Ida Bagus Hary Soma Wijaya mengkhawatirkan buah rock melon ini bisa masuk jalan tikus atau melalui jalur darat. Buah rock melon ini tiba-tiba menjadi pembahasan karena tidak terlepas dari adanya pemberitaan internasional, bahwa tiga warga Australia diduga tewas setelah mengkonsumsi buah melon jenis rock (cantaloupe) beberapa waktu lalu.

“Bisa saja dari Makassar melalui darat, akan sulit diawasi. Pastinya peran pemerintah daerah, instansi terkait dan kepolisian harus terlibat,” sebutnya.

Di Sulteng sendiri data pemasukan buah eks impor ke Sulteng dari BKP Kelas II Palu tahun 2018 mencatat hanya komoditas buah apel, pir/apel, buah anggur, buah kelengkeng, buah jeruk, dan buah pir. Seluruh komoditas ini berasal dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan tujuan pelabuhan Pantoloan, Kota Palu.

“Jadi sebelum ke Sulteng diperiksa dahulu di pelabuhan impor. Data buah ini asalnya dari negara mana pelabuhan impor yang lebih tahu jelas,” kata Ida Bagus.

Dia menambahkan, untuk buah impor di Sulteng belum mendominasi dari buah-buah lokal. Kata dia, ada enam wilayah di Sulteng dipetakan cukup memiliki kerawanan masuknya komoditi buah rock asal Australia tersebut.

Pertama mulai dari Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, wilayah Kabupaten Luwuk Banggai, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Donggala, Pelabuhan Pantoloan, dan Pelabuhan Penyeberangan Taipa. Tim-tim BKP Kota Palu juga disebar untuk mengawasi wilayah kerawanan tersebut. Sedangkan jika buah rock melon ini menjadi tentengan dari luar negeri, Ida Bagus mengakui ada beberapa dokumen dan persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga tidak mudah begitu saja masuk ke Indonesia.

“Artinya peningkatan dan pengawasan di pos-pos wilayah kerawanan itu ditingkatkan dan saling koordinasi dengan pihak terkait,” tambahnya.

Pemerintah pusat juga sebut Ida Bagus masih tidak memperbolehkan importasi buah dari Australia, karena untuk menjaga sudah terkontaminasinya buah-buah jenis lain dari bakteri listeria yang tercemar di buah rock melon.

“Untuk sementara ini buah dari Australia dilarang masuk ke Indonesia, sudah ada kebijakan yang mengaturnya,” terangnya.

Meskipun belum ditemukannya kasus penemuan buah rock melon di Indonesia khususnya di Sulteng, Ida Bagus menegaskan tetap melakukan tindakan preventif, patroli bersama dan peningkatan fungsi intelijen.

“Untuk sampai saat ini di Sulteng masih aman, kegiatan-kegiatan cegah tangkal dan langkah antisipasi akan dimaksimalkan,” tutupnya. (acm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.