SPN Labuan Cetak 178 Polisi Baru

0
693

DONGGALA-Sekolah Polisi Negara (SPN) Labuan Panimba, Polda Sulteng kembali mencetak para bhayangkara-bhayangkara muda, yang telah didik menjadi anggota Polri. Selama 7 bulan didik, Selasa (6/3) kemarin menjadi akhir dari perjuangan para remaja-remaja abdi negara ini, resmi menjadi anggota Polri.

Kapolda Sulteng, Ketut Argawa memberikan selamat kepada para bintara baru Polri yang diambil sumpah dan janjinya, Selasa (6/3). (Foto: Agung Sumandjaya)

Upacara pelantikan sekaligus penutupan pendidikan Bintara Polri ini, dihadiri langsung Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Ketut Argawa, sekaligus menjadi inspektur upacara. Ketut yang membacakan amanat Kapolri Jederal Tito Karnavian, mengungkapkan, kompleksitas tantangan tugas yang dihadapi oleh Polri saat ini tidak dapat dipisahkan dari 2 (dua) fenomena besar yang terjadi dalam kehidupan manusia yaitu demokratisasi dan globalisasi

“Pada aspek keamanan, kedua fenomena di atas telah memunculkan beberapa implikasi negative di masyarakat , seperti munculnya ragam kejahatan berdimensi baru, munculnya nilai-nilai primordial yang berlatar belakang kesukuan maupun keagamaan, serta pemanfaatan negative dari media sosial maupun media online untuk penyebaran ujaran kebencian (hatespeech), hoax, dan pencemaran nama baik,” kata Ketut, saat membacakan amanat Kapolri.

Lanjut dia, Polri selaku penanggung jawab bidang keamanan dalam negeri, harus mampu merespon dan mengatisipasi setiap dinamika perkembangan dan perubahan tersebut secara cepat dan tepat. Salah satu kebijakannya, yakni promoter (professional,modern dan terpercaya) dengan focus 3 (tiga) kebijakan utama, yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur, dan manajemen media. “Penerapan kebijakan ini dilakukan melalui strategi pro-active policing yang mendasari pada konsep pemolisian demokratik,” jelasnya.

Pendidikan pembentukan Bintara Polri ini, kata Ketut, menjadi salah satu upaya penting dalam mewujudkan Polri yang promoter dengan jumlah Brigadir yang mencapai 350.994 personel atau 79,2% dari jumlah total personel Polri, maka Bintara Polri merupakan Garda terdepan dalam pelaksanaan tugas Pelantikan Bintara Polri T.A.2017/2018 ini selayaknya disyukuri sebagai momentum awal pengabdian saudara kepada masyarakat, bangsa dan Negara. “Saudara akan langsung dihadapkan pada beragam agenda nasional yang memerlukan kesiapsiagaan Polri secara optimal,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, kepada para bintara Polri yang baru, Kapolri melalui Kapolda, berpesan, agar senantiasa tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam berfikir, bersikap, dan bertindak, baik dalam tugas kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Serta menjalin komunikasi dan kerjasama sinergis dengan masyarakat, TNI dan seluruh pemangku kepentingan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat “Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan terus belajar dan berlatih guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas yang semakin kompleks dan jadilah teladan bagi masyarakat serta hindari perbuatan yang dapat menjatuhkan kehormatan diri,keluarga dan organisasi Polri,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SPN Labuan Panimba Polda Sulteng, AKBP Novia Jaya mengungkapkan, saat pembukaan pendidikan pada Agustus tahun lalu, ada 179 siswa yang tercatat mengikuti pendidikan. Namun, seiring berjalannya waktu, satu orang siswa asal Kota Palu, terpaksa harus diberhentikan, dikarenakan tidak mengikuti sejumlah proses pendidikan. “Dia sudah tiga kali melarikan diri tanpa keterangan. Mungkin dia tidak siap mental untuk ikut pendidikan ini,” terang Novia.

Lebih jauh disampaikan Novia, dalam penempatannya para bintara Polri yang baru dilantik ini, hampir seluruhnya akan ditempatkan di Direktorat Sabhara Polda Sulteng, untuk ikut serta memback-up pengamanan Pilkada. Sedangkan, tiga orang lainnya, mendapat mutasi langsung dari Mabes Polri dan ditempatkan di Bidang Kedokteran Kepolisian (Dokkes) Polda Sulteng. “Tiga orang ini memang memiliki latar belakang kesehatan makanya langsung ditempatkan di Dokkes,” kata Kepala SPN.

Selain upacara, dalam kegiatan ini juga diperagakan simulasi penanggulangan massa anarkis oleh para bintara remaja baru Polri yang dilantik, serta atraksi karate dan dance modern yang menghibur para undangan.(agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.