Uang Dicuri, Guru Di Sigi Terancam Tak Terima Gaji

0
303

SIGI – Guru-guru di Kecamatan Kulawi dan Kulawi Selatan terpaksa satu bulan kedepan harus gigit jari dan terancam tidak akan menerima gaji. Pasalnya uang pembayaran gaji guru-guru di dua kecamatan ini yang baru saja diambil dari bank, raib diambil pencuri.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 Wita, bertempat di Blok AA No 11 BTN Kelapa Kading, Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi. Dari data yang diperoleh Radar Sulteng di lapangan, tiga bendahara UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sigi yakni di Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan dan Pipikoro mengambil uang gaji guru di unit Bank Sulteng yang berada Kabupaten Sigi.

Ketiganya berangkat bersamaan menggunakan kendaraan milik Bendahara UPTD Disdikbud Kecamatan Pipikoro Defianto. Usai melakukan transaksi penarikan, ketiganya berencana kembali di kecamatan masing-masing. Namun ketiganya mampir ke rumah milik Defianto yang berada di BTN Kelapa Gading blok AA No 11, bermaksud untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalan kembali ke kecamatan masing-masing.

Tanpa disadari tiga bendahara ini telah dibuntuti oleh dua orang yang tidak dikenal. Menurut Novianti saksi mata yang mellihat, satu orang pelaku pertama duduk di dekat rumah korban. Tak lama kemudian datang pelaku lainnya mengendarai kendaraan roda dua jenis Honda Revo. Melihat kondisi sekitar aman, pelaku yang mengendarai motor langsung masuk ke dalam rumah, menuju ke mobil yang terparkir di dalam halaman parkir rumah.

Melihat kondisi mobil tidak terkunci, dengan sigap, pelaku langsung mengambil dua tas berisikan uang yang keseluruhan berjumlah Rp 600 juta lebih. Aksi itu sempat diketahui pemilik rumah dan berteriak meminta tolong warga sekitar. Namun kedua pelaku dengan cepat langsung lari membawa kabur uang tunai tersebut.

“Sebelum mengambil uang satu pelaku yang duduk di samping rumah korban sempat bertatapan langsung dengan saya, namun saya pikir keluarga Defianto. Nanti ibu di rumah itu keluar dan meminta tolong, saya pun langsung meminta tolong juga kepada warga sekitar untuk mengejar pelaku,” terangnya kepada media ini.

Sementara itu menurut Bendahara UPTD Dikbud Kulawi Selatan Agolius mengatakan, bahwa dalam mobil itu ada tiga tas yakni, milik bendahara Kulawi, Kulawi Selatan dan Pipikoro. Namun yang diambil tas milik Kulawi dan Kulawi Selatan, yang pada waktu itu bertumpuk bersamaan di dalam mobil. Sementara tas milik bendahara Pipikoro tidak sempat dibawa kabur pencuri tesebut, karena digantung tepat di belakang kursi pengemudi.

Ia pun bersama dengan dua bendahara tidak terpikir untuk mengunci mobil, karena mertua dari pemilik rumah Defianto berada di ruang tamu depan rumah, sedang bermain dengan cucunya.

“Padahal kami cuman mampir untuk minum dan buang air kecil saja. Baru beberapa menit saja, kami langsung dikejutkan dengan teriakan bahwa ada pencuri,” jelas Agolius dengan raut wajah campur aduk, antara bingung dan beban tanggung jawab.

Namun kejadian ini sudah ditangani oleh pihak Polres Sigi bekerjasama dengan Polda Sulteng, untuk menangkap para pelaku tersebut. (ndr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.