Kasus Yeyen, Pelaku Tergiur Perhiasan Emas Korban

0
1235
Kapolres Palu AKBP Mujianto bertanya kepada ketiga pelaku pembunuhan wanita yang mayatnya dibuang di semak-semak dengan tangan dan kakinya terikat. (Foto: Wahono)

PALU – Kebaikan dibalas dengan kejahatan, itulah yang pantas dialamatkan ke Dhita Andhira alias Dhita alias Gita yang tidak lain adalah sahabat dari Nur Fauziah Adjen alias Yeyen (45).

Setelah polisi melakukan penyelidikan beberapa hari, terungkap ternyata sahabatnya, Dhita tega menjadi otak pelaku pembunuhan terhadap Yeyen bersama dua pelaku pria lainnya yang diketahui bernama Umar alias Kuma dan Indra. Jenazah korban kemudian diikat kaki dan tangannya dan dibuang di semak semak di Jalan Kebun Sari Kelurahan Kawatuna, Rabu lalu (7/3).

Kapolres Palu AKBP Mujianto, Rabu (7/3) mengungkapkan, ketiga pelaku diamankan di tempat yang berbeda, pelaku Gita dan Indra diamankan di Desa Tada Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dan pelaku Umar alias Kuma (26)  ditangkap di Kota Palu.

“Otak pembunuhannya adalah teman korban sendiri bernama Dhita (22) yang juga satu profesi dengan korban,” kata Mujianto dalam pressrelease di halaman Satreskrim Polres Palu.

Lanjut Mujianto,  korban dihabisi pelaku di dalam mobil Avanza. Korban dipukul hingga tidak sadarkan diri sampai akhirnya meninggal dunia. Setelah meninggal, kaki dan tangan korban diikat setelah itu dibuang ke semak semak.

Setelah korban dibuang di wilayah Kawatuna, pelaku kemudian membongkar barang-barang di kos korban di Jalan Sigma Lorong SMK PGRI. Para pelaku kemudian mengambil perhiasan emas milik korban yang belum diketahui jumlahnya, namun ternyata barang perhiasan emas tersebut imitasi. “Pelaku kami kenakan pasal 340 dengan ancaman hukuman seumur hidup dan paling ringan 20 tahun penjara,” kata Mujainto.

Kapolres, menyebutkan motif pembunuhan adalah perampokan, karena satu pelaku yang merupakan otak pembunuhan adalah teman korban yang sering tidur di kos korban. Saat berada di kos korban, pelaku Ditha pernah melihat di kotak perhiasan korban berisi perhiasan emas. “Keinginan memiliki emas itulah yang menjadikan pelaku merencanakan perampokan yang berakhir pembunuhan terhadap korban,” kata Mujianto.

Mantan Kapolres Buol ini, menduga para pelaku saat membunuh korban usai menggunakan narkoba. Didapatkan barang bukti alat hisap sabu dari pelaku. Selain itu juga ditemukan satu unit motor yang dicuri salah seorang pelaku ini yang kami sedang dalami.

“Beberapa barang bukti yang diamankan, satu unit Handphone merek Samsung lipat warna hitam, Satu unit Handphone merk Oppo warna putih, satu unit mobil merk toyota avanza warna hitam. Kami masih mencari barang bukti lainnya dalam penyidikan kami,” kata Kapolres Palu.

Informasi yang dihimpun Radar Sulteng, pembunuhan yang sudah direncanakan tersebut berawal ketika Dhita  teman dan rekan kerja korban bersama pelaku pria bernama  Indra, mendatangi pelaku bernama Kuma untuk melakukan perampokan terhadap korban. Setelah dilakukan perencanaan di rumah Kuma maka para pelaku sepakat melakukan perampokan dengan modus Indra berpura-pura menjadi pelanggan korban. Dengan mengendarai kendaraan Mobil Avanza Hitam dengan Nopol DN 743 AQ, korban didatangi dan dijemput di salah satu tempat hiburan malam Jalan Thamrin Palu. Selanjutnya korban bersama dengan pelaku Indra menuju ke tempat kos korban.

Sesampainya di kost korban pelaku mencoba untuk memetakan barang yang akan dirampok, selanjutnya korban diajak pelaku Indra kembali ke Mobil Avanza yang digunakan pelaku. Ketika korban sudah berada di dalam mobil tepatnya duduk di kursi depan sebelah kiri driver, pelaku lainnya Kuma mencekik leher korban menggunakan tali. Korban yang mencoba melawan, kemudian pelaku Indra memukul wajah dan bagian bawah wajah korban dengan menggunakan siku tangan hingga tak sadarkan diri. Selanjutnya pelaku menarik korban yang sudah tidak bergerak ke bagian kursi tengah mobil dan mengikat kedua kaki dan tangan korban.

 

Tertangkapnya tiga pelaku tersebut, membuat keluarga dan kerabat korban sekan tak percaya, karena salah seorang pelaku Dhita alias Gita sering bersama dan sering tidur di kos korban. Bahkan korban pernah menolong proses kelahiran anak dari pelaku Dhita di salah satu rumah sakit. Bukan hanya itu korban juga pernah membantu pelaku Dhita melunasi motornya.

“Pelaku bernama Dhita sering bersama korban, bahkan korban pernah menolong Dhita saat akan melahirkan. Korbanlah juga yang mencuci ari-ari anak korban. Bahkan saat pelaku tidak mampu melanjutkan cicilan motornya, korbanlah yang melunasi motor pelaku Dhita,” kata teman korban, Ita Gedong saat berada di Reskrim Polres Palu.

Beberapa kerabat korban sempat memukul pelaku yang hendak dibawa korban naik ke mobil. Polisi yang berada di sekitar beberapa rekan korban berhasil meredam amarah rekan korban. Tidak puas, salah seorang rekan korban masuk ke dalam ruangan penyidik ingin menemui pelaku. Melihat para pelaku ada di dalam ruang penyidik salah seorang rekan korban spontan berteriak memaki pelaku.  Beberapa rekan korban yang sampai ke depan ruang penyidik tempat pelaku diperiksa kemudian diamankan anggota polisi untuk diminta keluar dari ruangan penyidik. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.