Uang Guru Dicuri, Bendahara Dikbud Kulawi Tercancam Dicopot

0
665

SIGI– Pencurian terhadap Bendahara UPTD Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (Dikbud) Kecamatan Kulawi dan Kulawi Selatan Kabupaten Sigi, masih dalam proses penyelidikan oleh aparat Kepolisian Resor (Polres) Sigi. Musibah ini pun sudah sampai ke Dinas Dikbud Kabupaten Sigi.

Sekretaris Dinas Dikbud Sigi, Kaimudin Ponulele mengatakan, kejadian pencurian itu sudah dilaporkan sendiri oleh Bendahara UPTD Kulawi dan Kulawi Selatan. Dinas pun menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut ke pihak Kapolisian. Kaimudin juga sudah meminta kepada UPTD di dua kecamatan tersebut, agar menyampaikan kepada guru-guru untuk bersabar. Sambil menunggu hasil pengembangan dari pihak kepolisian.

“Sampai saat ini belum ada keluhan dari guru-guru di dua kecamatan itu. Karena ini merupakan musibah. Sehingga kita serahkan semua ke kepolisian dulu, bagaimana hasilnya nanti kita tunggu,” jelasnya.

Ditanyakan terkait gaji guru, Kaimudin belum bisa mengambil tindakan, untuk mengganti gaji guru yang dicuri. Karena menurut Kaimudin, semua harus melalui prosedur, yakni menunggu hasil pemeriksaan dari penyidik.

Kasus ini pun sudah sampai ke telinga Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta, dimana bupati meminta agar dinas mengambil sikap terkait kejadian itu. Untuk itu nantinya lanjut Kaimudin, dinas akan melakukan sistem online dalam transaksi pembayaran gaji guru. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kejadian serupa.

“Memang saat ini sistem online kami belum ada. Namun nanti akan kami perlakukan, mengingat kejadian-kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi,” terang Kaimudin.

Nantinya masih kata Kaimudin, apabila hasil pemeriksaan Kepolisian menunjukan bahwa pencurian tersebut merupakan kesalahan dari bendahara, dinas akan mengambil sikap tegas. Dengan mencopot atau mengganti bendahara itu.

Sementara itu dari Polres Sigi disebutkan, pencurian yang menimpa bendahara Kecamatan Kulawi dan Kulawi Selatan UPTD Disdikbud Kabupaten Sigi, Selasa Siang (7/3) sekitar pukul 11.30 wita masih dalam penyelidikan aparat Polres Sigi.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Sigi Agung Kurniawan. Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi baik korban, tetangga serta pihak bank dimana korban melakukan transaksi penarikan uang tunai tersebut.

Polres Sigi juga melakukan koordinasi dengan Polda Sulteng serta Polres tetangga seperti Palu, Donggala dan Poso. Dengan tujuan untuk memperkecil ruang gerak pelaku, sehingga dapat ditemukan.

“Saksi mengatakan bahwa dalam tas itu juga ada telpon genggam. Mungkin itu juga bisa membantu. Ditambah dengan keterangan saksi-saksi,” jelas Kapolres.

Menurut Agung, dalam pengambilan uang tunai di atas Rp 100 juta seharusnya ada pengawalan dari aparat Kepolisian. Namun hal ini tidak dilakukan oleh tiga bendahara tersebut. Penarikan dengan jumlah uang yang besar, sudah sering dilakukan oleh bendahara ini.

“Karena sudah sering menarik uang dengan jumlah yang sama, mereka berpikir aman. Sementara diwajibkan pengambil uang harus melakukan permohonan, agar dilakukan pengawalan baik ke pihak bank, atau pun ke aparat kepolisian,” kata Agung.

Untuk itu Kapolres mengimbau, agar para bendahara yang ingin melakukan penarikan uang tunai di atas Rp 100 juta, untuk melakukan permohonan ke Polres Sigi agar dilakukan pengawalan. Sehingga pelaku aksi kejahatan tidak akan mempunyai kesempatan atau pun niat untuk mengambil uang tersebut.

“Saya harap berikutnya agar bendahara yang ingin menarik uang, bisa meminta pengawalan kepolisian. Selain aman, pelaku kejahatan tidak akan berani untuk melakukan aksinya,” harapnya.(ndr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.