Cabuli Anak, Oknum Pengasuh Panti Asuhan Diburu Polisi

0
508

POSO-Kasus dugaan pencabulan anak usia di bawah umur terjadi di sebuah panti asuhan di Kota Poso. Seorang pengasuhnya berinisial FN alias U (40) telah dilaporkan ke Polres Poso karena diduga telah mencabuli anak pantinya yang masih berusia antara 8-10 tahun.

TIM Dinsos dan BPPPA Poso saat mengunjungi PA Ummu Rabiah Poso Kota, Kamis (8/3). (Foto: Budiyanto)

Informasi yang diperoleh, setidaknya ada delapan orang anak yang menjadi korban kenakalan. Satu dari delapan anak yang diduga menjadi korban merupakan santrinya sendiri di Panti Asuhan. Sementara tujuh anak lainnya merupakan anak-anak warga yang tinggal di sekitar Panti Asuhan.

Kepala Polres Poso, AKBP Bogiek Sugiarto, melalui Kepala Bagian Operasi AKP Anton Muhammad membenarkan adanya laporan polisi tentang kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di sebuah panti asuhan dalam kota Poso.

“Iya benar. Sudah dua korban yang hari ini melaporkan U, pengasuh panti asuhan, ke polisi. Kasusnya masih kita selidiki dan anak yang diduga menjadi korban pencabulan sedang menjalani visum,” kata AKP Anton pada wartawan.

Saat ini, lanjut Anton, FN alias U masih diburu anggotanya karena menghilang pasca perbuatannya terbongkar dan dilaporkan ke polisi.

“Terlapor U masih kita cari karena sudah tidak berada di tempat tinggalnya di Panti Asuhan,” jelas mantan Kasat Lantas ini.

Anton menyakini jika korban pelecehan seksual alias pencabulan U akan bertambah. Karena informasi yang diperoleh polisi ada banyak anak yang diduga telah dicabuli U.

Anton kemudian membeberkan soal modus terlapor U memperdaya dan mencabuli korbannya.

“Modusnya dengan cara mengiming-imingi main HP. Setelah calon korban terperdaya oleh bujukannya, terlapor U kemudian membawa ke kamar tidurnya di lantai dua bangunan belakang Panti Asuhan. Nah, saat korban sedang main HP itulah terlapor melakukan aksinya yang tidak senonoh itu,” urai Kabag Ops. Polres Poso.

Lanjut Anton, telah menyiapkan tim penyidik khusus untuk menangani kasus tersebut dan mempersilahkan para orang tua yang anaknya di duga menjadi korban pencabulan U untuk membuat laporan polisi.

Selain di Polres, kasus dugaan pencabulan yang dilakukan U terhadap santrinya dan anak-anak di sekitar pantinya juga dilaporkan ke Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Poso, dan ke Dinas Sosial (Dinsos) Poso. Di dua instansi milik pemkab Poso ini jumlah korban yang dilaporkan sebanyak delapan orang anak. “Ada delapan korban yang di laporkan ke kami. Satu korban anak di dalam panti, dan tujuh korban anak-anak diluar panti,” sebut Aisyah, Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak BPPPA Poso.

Jumlah korban yang dilaporankan di Dinsos Poso juga sama, yaitu 8 orang anak. “Kita datang ke sini (Panti Asuhan) untuk memberikan pendampingan sekaligus perlindungan pada para korban,” sahut Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Poso Fad Amhar saat bersama Aisyah mengunjung panti asuhan yang menjadi TKP kasus dugaan pencabulan. Jumlah korban yang masuk di BPPPA dan Dinsos atas laporan langsung masyarakat yang sebagian adalah orang tua korban.

Pimpinan Panti Asuhan terlapor, Wahidah, menyambut baik Pemkab Poso dan Polres Poso untuk menangani dan mengungkap kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur yng di dug dilakukan terlapor FN alias U.

“Silakan. Kami sangat terbuka untuk dugaan kasus ini. Kita akan sangat kooperatif untuk menyelesaikannya. Jika nanti terbukti bersalah tentu pihak panti juga akan menindak tegas yang bersangkutan. Sebab ini menyangkut nama baik panti kami ini,” tutupnya.(bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here