Tabrak Sapi, Pengendara Motor Tersungkur

0
461

PALU – Hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran, kembali menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas. Seorang pengendara motor, tersungkur karena menabrak sapi. Kecelakaan terjadi di Kelurahan Kayumalue, sekitar pukul 11.00, Minggu kemarin (11/3).

Saiful, warga yang ditemui di lokasi kejadian, menerangkan, bahwa pengendara motor tersebut, dari arah utara dan hendak ke Kota Palu. Pengendara motor yang belum diketahui namanya itu, tampak dalam kecepatan sedang. Tiba-tiba, rombongan sapi yang awalnya berada di pinggir jalan, ada yang langsung berlari tiba-tiba melintas ke tengah jalan.

“Cewek yang bawa motor itu, tampak kaget dan tidak bisa mengendalikan motornya, sehingga langsung menabrak sapi dan tersungkur. Sementara cewek yang dibonceng, tampak tidak apa-apa, hanya sedikit shock,”kata Saiful, yang mengaku berasal dari Palu dan hendak menghadiri pengajian di Desa Wani II.

Pengendara yang belum diketahui identitasnya itu, mengendarai Motor Yamaha Mio 125, namun tidak memiliki nomor polisi. Namun pengakuan dari beberapa warga, bahwa pengendara motor tersebut, mengaku dari wilayah Malei Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala.

Akibat kecelakaan itu, pengendara motor tampak luka di bagian wajah. Walaupun tidak terlalu parah, namun tampak bibirnya bengkak dan sedikit berdarah. Di bagian sikunya, juga tampak luka lecet. Sementara temannya yang dibonceng, tampak tidak mengalami luka.

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, langsung memberikan pertolongan. Pengendara bersama temannya yang dibonceng, langsung dibawa ke pinggir jalan untuk diberikan pertolongan pertama. Warga kemudian meminta pengendara mobil yang lewat, untuk membantu pengendara yang menabrak sapi tersebut, untuk dilarikan ke RS Madani.

“Ke (RS) Madani saja, karena lebih dekat. Ayo cepat, supaya lukanya cepat mendapatkan pertolongan. Motornya biar disimpan di sini saja, nanti saya yang bertanggung jawab,”kata salah seorang warga, sembari memberikan nomor HP-nya kepada pengendara motor tersebut.

Kejadian yang dialami pengendara motor tersebut, disayangkan warga. Kata Saiful, kejadian pengendara menabrak sapi Minggu kemarin, bukanlah yang pertama kali terjadi di Kota Palu. Penyebabnya, karena di Palu, belum ada ketegasan untuk menertibkan ternak yang dibiarkan pemiliknya berkeliaran sampai ke jalan-jalan raya.

“Padahal, selain mengganggu estetika kota, juga membahayakan pengendara. Buktinya, seperti pada kasus hari ini (kemarin, red). Sekarang kalau sudah begini, siapa yang tanggung jawab,”kata Saiful dengan nada bertanya.

Padahal, di Kota Palu sudah ada Perda yang mengatur soal ternak. Dalam perda tersebut, juga sudah diatur dengan sangat jelas, bentuk sanksi bagi pemilik ternak yang masih membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran dengan bebas.

Di sisi lain, pengendara yang menabrak hewan, sudah pasti mengalami luka. Bahkan ada yang mengalami cedera berat. Sayangnya, penabrak sapi, mungkin saja tidak masuk dalam kategori korban lakalantas yang mendapatkan santunan dari Asuransi Jasa Raharja, karena termasuk dalam Lakalantas murni atau tunggal.

“Korban yang menabrak hewan, sebenarnya bisa melakukan class action menggugat secara perdata kepada Pemkot dan pemilik ternak. Pemkot didguat, karena dianggap lalai dan tidak mampu menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri. Gugatan perdata, karena yang menabrak itu, sudah pasti mengalami kerugian material dan immaterial,”demikian Saiful.

Lakalantas yang disebabkan oleh hewan ternak yang dilepas di tengah jalan ini, bukan kali pertama. Khusus jalur Trans Sulawesi di wilayah Palu Utara hingga Kecamatan Tawaeli, sudah kerap kali terjadi Lakalantas yang disebakan hewan ternak. (hnf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.