Penyelundupan Sabu Melalui Ban Sepeda Motor Terbongkar

0
409

PALU – Para bandar Narkoba di Sulawesi Tengah kini nampaknya harus berpikir dua kali untuk mengembangkan bisnis haramnya. Pasalnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng, makin intens bekerjasama menindak pengedar Narkoba.

Kepala BNNP Sulteng, Andjar Dewanto (kiri) didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Sigit Kusmardjoko memegang sabu-sabu seberat setengah kilogram yang diamankan dari sejumlah pelaku. (Foto; Agung Sumandjaya)

Terbukti, pada 7 Maret 2018, lalu, secara bersama-sama BNNP Sulteng dan Ditresnarkoba Polda Sulteng berhasil menggagalkan pengiriman setengah kilogram sabu-sabu dari Pulau Kalimantan. Modus pengiriman sabu ini pun terbilang baru, karena diselundupkan di dalam ban sepeda motor jenis trail, yang diangkut kapal tradisional. Saat kapal tersebut sandar di Pelabuhan Wani, petugas gabungan ini langsung bertindak cepat. “Lama ditunggu, akhirnya datang 2 orang menggunakan mobil pikap sekitar pukul 10.30 wita hendak mengambil sepeda motor jenis trail yang di dalam ban motornya ada sabu-sabu,” ungkap Kepala BNNP Sulteng, Kombes Pol Andjar Dewanto didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol Sigit Kusmardjoko, Selas (13/3) kemarin saat memberikan keterangan pers.

Dua orang tersebut diketahui bernama Tamin Mitra alias Tamin serta Iwan Bento. Tamin sendiri berhasil diamankan, sedangkan Iwan melarikan diri dengan sepeda motor yang di dalam ban motornya berisikan ratusan gram sabu-sabu. Melihat pelaku yang kabur, petugas gabungan pun bertindak cepat dengan mengejar pelaku dari Pelabuhan Wani, hingga akhirnya dapat dilumpuhkan di wilayah Kelurahan Baiya, Kota Palu. “Yang bersangkutan bisa kami tangkap setelah kami tembak dan mengenai bagian kakinya,” tutur Adjar.

Tidak berhenti di situ, petugas gabungan BNNP dan Ditresnarkoba Polda Sulteng, kemudian mengembangkan kembali kasus tersebut untuk mencari tersangka lain. Beberapa hari kemudian,  petugas kembali mengamankan jaringan dari dua pelaku sebelumnya, yakni bernama Syukur. Syukur ditangkap petugas di kediamannya, di Jalan Suharso. Tidak berhenti di situ, ternyata para pelaku melancarkan bisnisnya, atas bantuan modal dari salah seorang pengusaha bernama Yahya Daeng Nompo alias Daeng Nompo. “Dari tangan Daeng Nompo, kami amankan ratusan lembar bukti transfer serta buku catatan hasil penjualan sabu,” terang Kepala BNNP.

Ternyata bukan baru kali ini saja pengiriman barang dilakukan oleh jaringan tersebut. Dari pengakuan keempat pelaku, yang seluruhnya ditetapkan sebagai tersangka itu, pengiriman sudah dilakukan sebanyak tiga kali, menggunakan modus yang sama serta melalui jalur laut dari Pulau Kalimantan. “Kami rencananya juga akan mengembangkan kasus ini hingga ke Kalimantan, untuk memburu sumber dari sabu-sabu yang seiring masuk ke Sulawesi Tengah ini,” tandas Andjar.

Modus pengiriman sabu dengan disembunyikan di dalam ban sepeda motor trail ini, memang terbilang modus baru. Tiga pelaku, masing-masing Iwan Bento, Tamin dan Syukur, yang juga mantan pembalap motor cros asal Sulawesi Tengah, memang sengaja menggunakan modus ini, agar luput dari pantauan aparat penegak hukum. Adapun pasal yang disangkakan kepada para tersangka, masing-masing pasal 112, 114, 137 serta 132 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kerjasama antara BNNP dan Ditresnarkoba Polda Sulteng ini, disampaikan Andjar, bakal terus berlanjut kedepan. Hal ini dilakukan, agar kekuatan penegak hukum yang ada semakin bertambah dengan sinergitas yang ada. Termasuk pula kekuatan dari masyarakat yang memberikan informasi. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.