Tersangka Akui Cabuli 11 Anak Panti Asuhan di Poso

0
630

POSO – Kepolisian Resort (Polres) Poso telah menangkap FN alias U (47), tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap anak usia di bawah umur, kemarin. FN ditangkap setelah sempat melarikan diri dan menjadi buronan polisi. Sekarang, FN ditahan di sel tahanan Mapolres untuk proses penyidikan.

Ilustrasi (@kabarjombang.com)

Kepala Polres Poso, AKBP Bogiek Sugiyarto, mengatakan peristiwa pencabulan terjadi di sebuah panti asuhan di Jalan Pulau Natuna Kota Poso. Korbannya merupakan anak panti asuhan dan anak warga di sekitar panti yang usianya antara 5-10 tahun. FN sendiri merupakan pengasuh di panti tersebut.

Kepada polisi tersangka FN mengakui perbuatannya. Perilaku bejat itu sudah dilakukan sejak tahun 2017 lalu. Jumlah korbannya pun cukup banyak, yaitu 11 orang anak. “Tersangka sudah diperiksa dan mengaku sudah mencabuli 11 orang anak. Korbanya ada anak yang di dalam panti, dan ada anak yang tinggal di sekitar panti. Karena pelaku merupakan guru ngaji di panti asuhan itu,” jelas Kapolres.

Kasus pencabulan anak di bawah umur dengan korban yang sangat banyak ini masih terus didalami penyidik. Bahkan Polres bersama Dinas Sosial serta Badan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Poso telah membuka Posko pengaduan masyarakat untuk mendapatkan informasi kemungkinan ada korban lain dalam kasus FN.

“Penyidikannya masih berjalan untuk mengetahu sejauh mana perbuatan cabul itu dilakukan tersangka. Dari hasil pemeriksaan sementara, perbuatan cabul di lakukan tersangka dengan cara meraba-raba alat kelamin para korban. Untuk dapat memastikan yang lebih dari itu tentu masih menunggu hasil visum dokter,” urai AKBP Bogiek.

Menurut rencana, hari ini (Rabu, red), Polres Poso akan menggelar konfrensi pers sekaligus menghadirkan tersangka terkait kasus pencabulan FN.

Kasus dugaan pencabulan anak usia di bawah umur di sebuah panti asuhan di Kota Poso ini terbongkar ke publik dan dilaporkan ke polisi pada Jumat (8/3) lalu setelah salah satu korban melaporkan pada orang tuanya.

Modus yang di lakukan FN dalam melakukan aksi cabulnya adalah dengan meminjamkan handpone. “Modusnya dengan cara mengiming-imingi main HP. Setelah calon korban terperdaya oleh bujukannya, terlapor U kemudian membawa ke kamar tidurnya di lantai dua bangunan belakang panti asuhan. Nah, saat korban sedang main HP itulah terlapor melakukan aksinya yang tidak senonoh itu,” ungkap Kabag Ops Polres Poso Anton Muhammad, pada wartawan sebelumnya.(bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.