Di Eks Undata Lama akan Dibangun Rumah Sakit Internasional

0
1850
Rencananya di Rumah Sakit Udata lama akan dibangun rumah sakit bertaraf internasional. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Pembangungan Rumah Sakit (RS) bertaraf internasional yang rencananya akan dibangun di eks lokasi RS Undata, Jalan Soeharso, diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dr Reny A Lamadjido SpPK MKes.

“Ini masih tahap awal. Karena itu nanti akan ditender dulu. Belum masuk tahap perencanaan, sekarang itu masih tahapan persiapan. Yang pertama itu tentang aset, supaya jangan nanti di belakang hari ada permasalahan,” sebut dr Reny.

Jika terkait aset sudah rampung, baru akan disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulteng. Apabila dewan telah setuju lanjut dr Reny, baru masuk ke tahapan persiapan perencanaan.

“Di situlah nanti dibahas apa bentuknya, apakah serah guna atau guna serah. Atau dibangun dulu baru kita bagi hasil. Itu perbedaannya nanti,” terangnya.

Untuk bentuk RS bertaraf internasional yang akan dibangun itu kata dr Reny hingga saat ini belum dibahas. Hanya saja, yang diusulkannya ialah bangunan yang bertingkat-tingkat. Namun diakuinya juga, hal itu juga akan memerlukan pembahasan dengan pihak perhubungan agar tidak mengganggu jalur penerbangan.

“Kalau saya mengusulkan, naik ke atas. Tapi itu akan dibahas dulu dengan perhubungan. Kalau Undata baru, itu maksimal enam lantai, sekarang kita lima lantai. Karena tidak bisa lebih dari enam lantai,” jelasnya.

Dalam kajian dari pihak Universitas Tadulako, ungkap dr Reny, sempat juga diusulkan agar rumah sakit yang akan dibangun nantinya ini, menjadi rumah sakit khusus agar tidak sama dengan RS Undata yang merupakan rumah sakit umum. Namun, hal itu tentu juga akan menjadi pertimbangan pihak investor apakah akan disetujui atau tidak. Sebab kata dr Reny, tentu akan ada pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan sebelum melakukan investasi besar-besaran.

“Tetapi ini kan belum berjalan. Masih usulan. Tidak mungkinlah investor mau kalau rumah sakit khusus, rugi dia. Bisanya mungkin rumah sakit umum tapi yah tentu, kelasnya, kelas apa, B atau A,” sebutnya.

“Dengan dibangunnya rumah sakit ini nanti diharap ada persaingan secara sehat dengan RS Undata. Undata sekarang juga berupaya ke kelas A. Jadi kompetitor tapi secara sehat, nda apa-apa. Nanti mungkin dokter Undata ke sana, atau dokter sana, ke Undata. Undata juga sekarang terus memperbaiki pelayanan. Kita kan mau maju,” pungkasnya. (saf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.