Mess Pemda Donggala di Jakarta Hampir jadi Tempat Pelacuran

0
679

DONGGALA – Nasib mess Pemda Donggala yang berada di Jakarta Pusat akhirnya mencuat ke permukaan. Selasa (13/3) kemarin, Komisi II DPRD Kabupaten Donggala mendapat laporan dari salah seorang masyarakat Donggala bahwa asset Mess Pemda Donggala telah dikuasai secara sepihak oleh salah seorang warga Kota Palu bernama Agus yang tinggal di Jakarta.

Hal itu dibenarkan oleh ketua Komisi II DPRD Donggala, Sofyan Muhamadong. Menurut dia, berdasarkan laporan masyarakat bahwa Mess Pemda Donggala di Jakarta yang beralamat di Jalan Kramat Sintiong nomor 15, sudah dikuasai secara sepihak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Bahkan informasi yang disampaikan oleh masyarakat, beberapa mahasiswa diusir dari Mess tersebut.

“Saya sudah terima laporan masyarakat melalui media sosial facebook. Saya baru tahu kalau ada Mess Pemda Donggala di Jakarta, selama ini yang saya tahu hanya Mess Pemda Sulteng,” terang Sofyan.

Sofyan mengaku heran jika ada Mess Pemda Donggala di Jakarta yang dikelola secara sepihak tanpa sepengetahuan DPRD Donggala. Sofyan menegaskan, Komisi II akan menelusi kebenaran informasi tersebut.

“Selama ini tidak ada laporan Pemda Donggala soal Mess Pemda di Jakarta. Selesai pemeriksaan BPK sekitar tanggal 16 Maret ini, kami akan menelusuri informasi dari masyarakat soal Mess Pemda Donggala di Jakarta itu,” tandasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi via telepon, Agus Kosasi membantah laporan oknum bernama Ahyadin L Kasim  ke Komisi II DPRD Donggala terkait tudingan menguasai mess pemda Donggala tersebut. Agus menyayangkan Ahyadin melaporkan dirinya tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu.

“Tidak benar itu. Untuk apa saya kuasai, itu kan milik Pemda Donggala. Itu terlalu tendensius, saya keberatan dan merasa disudutkan oleh Ahyadin L Kasim di media sosial,” ungkapnya, Rabu (14/3).

Agus menegaskan, selama ini dirinyalah yang justru merawat dan membiayai asset Pemda Donggala tersebut. Mulai dari perbaikan bangunan hingga biaya pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB). Menurut Agus sudah 20 tahun tidak ada bantuan Pemda Donggala untuk membiayai asrama tersebut. “Mess itu saya yang rawat dan biayai,” katanya.

Agus mengaku sudah beberapa kali pejabat dari Donggala datang untuk melihat asrama tersebut, bahkan sampai di foto. Namun sayangnya kata Agus, sampai saat ini  hasilnya nol besar dan tidak pernah ada bantuan apa pun untuk perawatan asrama tersebut.

“Saya memang bukan warga Donggala, saya dari Palu, tapi saya merasa terpanggil untuk merawat bangunan asset Pemda Donggala ini, kasian tidak terawat. Tidak ada satu senpun dana Pemda Donggala saya gunakan, semua biaya perbaikan saya tanggung sendiri,” terangnya.

Agus mengungkapkan, sejak tahun 1985 dia sudah berada di Sintiong. Warga di kompleks tersebut sudah mengenal dirinya dengan baik. Sekitar 15 tahun lalu dirinya sempat meninggalkan Sintiong untuk pulang ke Palu. Selama di Palu, warga sekitar Jalan Kramat Sintiong hampir membongkar asset tersebut karena digunakan oleh sebagian mahasiswa asal Kabupaten Donggala untuk berbuat maksiat.

“Dulu pernah hampir dibongkar warga akibat digunakan untuk berbuat maksiat,” ungkapnya.

Dia menegaskan, mahasiswa yang tinggal di asrama harus ikut aturan asrama. Tidak boleh berbuat sesuka hati karena letak asrama berada di tengah-tengah perkampungan padat penduduk. Agus menegaskan, mahasiswa harus menjaga hubungan baik dengan warga Sintiong, karena selama puluhan tahun tak pernah terjadi salah paham antar masyarakat dengan dirinya.

“Ini malah asrama mereka gunakan untuk pesta ganja. Bahkan hampir menjadi tempat pelacuran. Warga sekitar melapor, akhirnya saya pulang ke Sintiong. Setelah saya cek ternyata benar. Saya usir mereka, karena itu merusak nama baik Kabupaten Donggala,” tuturnya.

Agus menambahkan, jangankan mahasiswa dari Donggala, orang yang mengaku dari Kota Palu dan tidak dikenal saja dibolehkan tinggal di asrama tersebut.

“Kalau ada mahasiswa saya usir itu memang benar karena mereka menggunakan ganja dan obat-obatan terlarang. Mahasiswa lain yang mengaku diusir tanpa kesalahan, saya siap dipertemukan, karena saya yang bertanggungjawab di asrama tersebut,” tegasnya. (ujs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.