Isu Mikroplastik di Air Mineral, Masyarakat Diminta Tidak Panik

0
197

PALU – Beberapa hari terakhir merebak isu adanya hasil penelitian universitas di New York yang menyimpulkan bahwa sejumlah botol air mineral bermerek terkenal telah beredar di sembilan negara, termasuk Indonesia.

Ilustrasi (@cleantechnica.com)

Menyikapi hal tersebut, Badan POM melalui Balai Pengawasan Obat dan Makanan Palu memberikan keterangan terkait botol air mineral yang mengandung mikroplastik tersebut.

Kepala Balai POM Palu Safriansyah menjelaskan, bahwa Badan POM Pusat beberapa hari lalu sudah mengeluarkan edaran beserta penjelasan isu kandungan mikroplastik pada air minum dalam kemasan.

“Untuk masalah mikroplastik Badan POM sudah memberikan klarifikasi,” ungkapnya saat ditemui, Senin (19/3).

Safriansyah juga menyebutkan, Badan POM Pusat dan instansi terkait sedang melakukan penelitian dan pertemuan terkait isu yang kini sudah beredar di tengah-tengah masyarakat kemudian melakukan pengawasan di masing-masing wilayah khususnya di bagian distribusi.

“Jadi sementara ini air minum dalam kemasan di Indonesia yang telah memenuhi SNI dan WHO aman dikonsumsi,” katanya.

Ia berpesan, kepada masyarakat khususnya yang berada di Kota Palu untuk tidak panik akan isu mikroplastik tersebut, sebab BPOM akan terus melakukan uji dan penelitian terkait hal tersebut dan juga semua produk yang masuk ke Indonesia telah terseleksi dengan baik.

“Masyarakat tidak perlu panik karena semua yang masuk ke Indonesia sudah terseleksi dengan baik,” imbuhnya.

Isi dari edaran Badan POM RI menyatakan lima point penting yang harus diketahui oleh masyarakat diantaranya mikroplastik merupakan isu yang sedang diamati perkembangannya, belum ada studi ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia. BPOM RI akan terus memantau isu mikroplastik dan berkoordinasi dengan lintas keahlian, akademisi, kementerian dan lembaga terkait serta asosiasi baik ditingkat nasional maupun internasional.

BPOM RI mengimbau agar konsumen tetap tenang karena keamanan, mutu dan gizi produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang beredar di Indonesia sudah diatur dalam SNI AMDK (Wajib SNI) dan Peraturan Kepala Badan POM, yang standarnya sejalan dengan standar internasional yang ditetapkan dalam Codex, serta jika menemukan produk yang tidak layak agar segera menghubungi call center BPOM. (slm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.