Pelunasan Ongkos Haji Dimulai Awal April

0
259

PALU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan untuk pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dimulai awal bulan April mendatang.

Ilustrasi (@jpnn.com)

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Sulteng, Lutfi Yunus membenarkan, jika calon jamaah haji yang akan berangkat naik haji pada tahun 2018, untuk segera mulai melunasi BPIH sesuai dengan waktu yang sudah diberikan.

“Khusus untuk calon jamaah haji yang sudah terdaftar pada tahun 2018 yang akan berangkat,” ungkapnya kepada Radar Sulteng saat ditemui diruanganya kemarin, Senin (19/3).

Untuk besaran biaya pelunasan BPIH sendiri, tengah menunggu surat resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) Pusat, untuk memastikan berapa besaran BPIH bagi wilayah Sulteng. “Dalam waktu dekat juga nantinya akan keluar surat resmi dari Kemenag pusat atas penetapan besaran BPIH untuk wilayah Sulteng,” bebernya.

Ketetapan BPIH untuk tahun 2018, menurut Lutfi Yunus, telah mengalami perubahan besaran BPIH dari tahun sebelumnya. Perubahan atas besaran BPIH pada tahun 2018, karena mengacu dengan adanya kenaikan sekitar 0,9 persen dari BPIH tahun 2017 yakni Rp38.300.000.

“Kenaikan 0,9 persen itu hasil dari keputusan dari komisi 8 DPR RI Pusat dengan Menag Pusat, atas dasar dengan pertimbangan kenaikan pelayanan fasilitas bagi calon jamaah haji tahun 2018,” ujarnya.

Selanjutnya, salah satu kriteria bagi calon jamaah haji yang sudah terdaftar, agar juga segera melengkapi berbagai dokumen yang dibutuhkan, untuk segera dilengkapi mulai dari sekarang. “Dokumen berupa paspor seharusnya sudah diurus mulai dari sekarang, dan kemudian secepatnya untuk dilakukan registrasi ke Kanwil Kemenag Sulteng, biar proses registrasinya sudah terdaftar, karena sebagian kabupaten yang ada sudah melakukan registrasi di Kanwil Kemenag Sulteng,” bebernya.

Pada pemberitaan sebelumnya, jumlah calon jamaah haji Sulteng pada tahun 2018 sebanyak 1.986 orang. Kemudian, ditambah dengan adanya petugas dari Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Terdiri dari 6 orang untuk tim pemandu haji indonesia, 6 orang petugas untuk tim pembimbing ibadah, sementara untuk petugas TPHD hanya 2 orang saja. (cr7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here