Dinkes Perintahkan Tutup Klinik Ilegal di Palu

0
610

PALU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu menemukan adanya tempat laboratorium klinik illegal atau tidak memiliki izin operasional dan membuka praktik. Laboratorium ini pun, diketahui mempekerjakan anak di bawah umur sebagai petugasnya.

Ilustrasi (@merdeka.com)

Tidak hanya itu, Laboratorium klinik bernama WIN Academy tersebut, juga tidak memiliki dokter yang memiliki izin untuk  praktik serta tidak memiliki tenaga analisis. Fakta itu didapati petugas Dinkes Kota Palu, saat melakukan inspeksi langsung ke laboratorium yang terletak di Jalan Kimaja tersebut. Inspeksi yang dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Hukum dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Palu itu, menemukan sejumlah kejanggalan dan penyalahgunaan aturan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Royke Abrahaman meminta, laboratorium itu segera ditutup. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi malpraktik di tempat tersebut yang mana diketahui Laboratorium yang beralamatkan di Jalan Kimaja itu juga melaksanakan pengambilan sampel darah yang dilakukan bukan di klinik resmi melainkan dari rumah kerumah. “Kami sudah meminta pemilik Laboratorium Win Acedemy untuk segera ditutup dan penutupan tempat tersebut sudah dilakukan sejak Kamis yang lalu (15/3),” ungkapnya kepada Koran ini Selasa, (20/3) kemarin.

Ia juga menegaskan, untuk pengambilan sampel darah itu tidak dapat dilakukan di sembarang tempat, sebab adanya aturan dari Kementerian Kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 411 tahun 2010 tentang Laboratorium klinik. “Sesuai aturan harusnya pengambilan sampel darah itu harus di tempat yang sudah disediakan oleh Dinas Kesehatan seperti di Puskesmas dan Rumah Sakit sedangkan pengambilan sampel melalui door to door itu sangat menyalahi aturan,” katanya.

Royke berharap, dengan ditemukannya kasus demikian dapat menyadarkan masyarakat agar lebih berhati-hati lagi jika ingin melakukan pemeriksaan kesehatan dirinya agar tidak pergi kesembarang tempat sehingga resiko malpraktek yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dapat diminimalisir. “Itulah salah satu gunanya Puskesmas dan Rumah Sakit untuk tempat perawatan dan konsultasi masalah kesehatan masyarakat,” harapnya. (slm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.