Ikut Berpolitik, Lima ASN Donggala Terancam Sanksi Disiplin

0
277

DONGGALA–Masa kampanye Pilkada Donggala 2018 sudah berjalan kurang lebih sebulan. Ternyata Pilkada serentak kali ini juga masih ada ASN yang terindikasi ikut berpolitik. Tercatat ada lima ASN yang terindikasi terlibat dalam Pilkada Donggala. Hal itu disampaikan Pejabat sementara (Pjs) Bupati Donggala, Drs Muhammad Muchlis MM.

Muchlis mengatakan, sedikitnya lima ASN dan pegawai tidak tetap di Kabupaten Donggala terindikasi terlibat Pilkada dengan mendukung salah satu pasang calon (paslon) bupati. Namun Muchlis tidak menyebutkan nama-nama ASN dan Honorer yang terlibat Pilkada itu dan nama instansinya.

“Saya sudah menerima laporan ada lima ASN dan honorer terlibat dalam Pilkada. Kepada seluruh ASN dan tenaga honorer agar mejaga netralitas selama pelaksanaan Pilkada Donggala,” imbaunya.

Lanjut Muchlis, sanksi terhadap ASN dan honorer yang terbukti terlibat dalam Pilkada sangat berat sesuai Surat Edaran Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Republik Indonesia.

“Sanksi berat bagi ASN dan honorer yang terlibat dalam penyelenggaraan kampanye. Sanksinya berupa penundaan promosi, penundaan tunjangan kerja, penundaan kenaikan gaji, sampai dengan pemberhentian dengan hormat dan tidak hormat,” ujarnya.

Muchlis mengimbau agar pihak terkait untuk konsisten melakukan pengawasan terhadap ASN dan tenaga honorer di Kabupaten Donggala. Kata Muchlis, apabila ASN dan honorer dibiarkan tidak netral maka dampak yang terjadi adalah diskriminasi pelayanan, pengkotak-kotakan ASN, benturan konflik kepentingan, dan ASN menjadi tidak professional. “ASN tidak boleh dibiarkan terlibat karena akan berdampak buruk,” katanya.

Muchlis menekankan soal pentingnya kedisiplinan ASN dan tenaga honorer untuk menjaga semangat mengabdi dan loyalitas. Muchlis berharap, agar kedisiplinan hendaknya menjadi kesadaran yang tumbuh dari diri sendiri bukan karena orang lain.

“Kita tentu tidak ingin pegawai yang mengejar absensi saja, agar secara formal tercatat sebagai pegawai yang baik, namun ternyata memiliki kinerja yang tidak jelas. Karena pegawai seperti itu, hanya akan menambah stigma miring yang sampai saat ini masih diberikan oleh masyarakat terhadap kinerja ASN,” tandasnya.(ujs)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.