Lagi, Mobil Terbalik di Poros Poso-Napu

0
578
Mobil yang terbalik di pendakian Pentondongia Napu, Selasa (21/3) malam. (Foto: Budiyanto)

POSO-Kasus kecelakaan lalulintas (lakalntas) tunggal kembali terjadi di tanjakan Pentondongia, jalan Poso-Napu, Selasa (20/3) malam. Dua unit mobil minibus open cup pengangkut sayuran terbalik karena tak kuat berjalan mendaki. Meski tak ada korban jiwa, tapi lakalantas tunggal tersebut berakibat pada kerugian material pemilik kendaraan. Karena mobil dan muatan sayuran rusak.

“Sudah sering mobil alami kecelakaan di tanjakan jalan itu tapi tidak ada respon dari pemerintah yang terkait. Apakah nanti so ada korban jiwa baru mo diperbaiki itu jalan,” sebut Ngkai Mono dengan nada kesal.

Sebagai warga asli Napu yang hidup dan tinggal disana, Ngkai Mono merasa bahwa daerahnya di anak tirikan. “Kalau bicara soal pembangunan, porsi untuk wilayah Napu masih sangat sedikit di banding yang ada di wilayah lain,” ungkapnya.

Pria sepuh ini sangat meminta perhatian pemerintah soal keberadaan jalan provinsi ruas Poso-Napu. “Ruas jalan Poso-Napu adalah urat nadi perekonomian warga Napu. Kalau kondisi jalan rusak maka otomatis sayur mayur yang menjadi sumber penghasilan sebagian besar warga napu tidak bisa terjual karena mobil pengangkut sayur dari Poso enggan ke Napu,” ujar Ngkai Mono diamini Mama Vian dan warga lain.

Masyarakat Napu mengaku iri dengan sikap pemerintah yang seolah hanya terus membangun ruas jalan Kebun Kopi tapi tidak kunjung membangun jalan Napu-Poso.

Camat Lore Timur, Jeri Gembu, membenarkan terjadinya kembali kasus lakalantas di wilayah kerjanya. “Iya. Dua mobil pengangkut sayur dari Napu menuju Poso terbalik karena tak kuat mendaki tanjakan Pentondongia. Kejadiannya kemarin malam (Selasa malam, red),” jelasnya saat dikonfirmasi via telefon, Rabu (21/3).

Tanjakan Pentondongia dikenal sebagai tanjakan yang sangat berbahaya. Karena selain panjang dan tinggi, kondisi jalan yang berada di hutan pinus itu juga rusak dan berlubang. “Warga Napu sudah berulang mengusulkan dan meminta agar pemerintah provinsi memperbaiki tanjakan jalan tersebut tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar Camat Jeri.

Masyarakat Napu meminta jalan di pendakian tersebut digusur menjadi langsam agar kendaraan yang membawa muatan barang dan penumpang tidak terlalu berat saat mendaki. “Padahal panjang pendakian itu hanya sekitar 200 meter, dan warga Lore Napu yang 40 ribu-an jiwa lebih sangat membutukan jalan itu. Tapi dari sejak di buat sampe sekarang belum di perbaiki,” ungkap Camat Jeri.

Menurut Camat, karena sudah sering mengalami lakalantas ditanjakan Pentondongia, beberapa pemilik mobil pengangkut sayur mengancam tidak akan mau lagi mengambil dan memuat sayuran keluar Napu. “Kalau ancaman ini terbukti dilakukan, tentu petani Napu yang rugi,” tutup Jeri.(bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.