Sopir Truk Blokade Jalur Trans Palu-Donggala

0
1244
Puluhan Sopir pengangkut batu gajah melakukan pemblokiran dijalan Trans Palu-Donggala dengan tujuan meminta kejelasan penahanan lima sopir yang ditahan Polres Palu, Rabu (21/3). (Foto: Wahono)

PALU – Jalur Trans Palu-Donggala, Rabu (21/3) kemarin sempat lumpuh selama satu jam. Hal ini disebabkan sejumlah supir truk pengangkut batu gajah melakukan pemblokiran jalan. Pemblokiran jalur Trans Palu-Donggala itu, buntut dari penahanan yang dilakukan pihak Polres Palu terhadap lima orang supir truk batu gajah, yang melakukan pengisian BBM Bersubsidi jenis solar.

Akibat aksi yang dilakukan para supir truk dengan memarkirkan kendaraannya di tengah jalan, membuat kemacetan panjang kendaraan lain. Tidak hanya truk yang mengangkut batu gajah, sejumlah mobil kontainer pun dihentikan para supir, hingga memperparah kemacetan.

Anton perwakilan sopir menjelaskan bahwa, Selasa (20/3) malam lima unit mobil armada yang dimiliki perseorangan mengisi BBM subsidi jenis Solar di SPBU Pramuka, saat diketahui oleh anggota Polres Palu, maka kelima mobil tersebut ditahan.

“Kami akan membuka jalan ini apabila ada kejelasan yang diberikan Polres Palu kepada kami, kenapa sampai lima sopir Armada pengangkut batu gajah tersebut diamankan,” katanya ditemui di tengah aksi pemblokiran tersebut.

Mediasi dilakukan Kasat Lantas Polres Palu, AKP Hangga Utama Darmawan, yang meminta agar para sopir membuka akses jalan Trans Palu-Donggala, sebab kemacetan yang terjadi cukup panjang dan banyaknya kendaraan lain yang akan melintas jalur tersebut. “Kita selesaikan persolan ini, tetapi jangan melakukan pemblokiran jalan, karena ini jalan adalah jalan trans,” katanya kepada para sopir.

Puluhan sopir tetap menolak tawaran Kasat Lantas Polres Palu, sampai dapat menyimpulkan bahwa akan mengeluarkan lima rekannya yang ditahan oleh Polres Palu saat melakukan pengisian BBM jenis Solar. Kasat Reskrim AKP Holmes Saragi, langsung menjelaskan kepada para supir, bahwa diamankannya kelima supir yang dilakukan Satreskrim Polres Palu dalam hal ini unit Krimum, hanya sebatas dimintai keterangan saja sebagai saksi. “Kami tidak akan melakukan penahanan kepada kelima supir ini, karena pihak saya hanya meminta keterangan dari kelima supir ini yang melakukan pengisian BBM jenis solar,” jelasnya.

Holmes menyatakan, apa yang dilakukan oleh kelima sopir masih dalam tahap pemeriksaan, karena yang salah bukan lah supir melainkan pihak perusahaan. Karena jelas diatur dalam undang-undang Industri bahwa pengelolaan proyek perusahaan tidak bisa menggunakan BBM subsidi.

“Itu sudah diatur, kalau itu memang mobil pribadi yang digunakan, tetapi mobil tersebut ada kesepakatan dengan pihak perusahaan tetap saja harus gunakan BBM non Subsidi, kalau soal harga maka kembali berkoordinasi dengan pihak perusahaan,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Poso ini.

Dirinya menjamin, bahwa yang dilakukan pihak Polres Palu sudahlah sesuai prosedur, sehingga dari kelima supir yang sudah dimintai keterangan saksi inilah akan menentukan apakah perusahaan tersebut dengan sengaja melakukan sistem kontrak dengan armada yang diluar dan hanya memberikan uang untuk pembelian Subsidi. “Ada dua kategori yaitu Subsidi dan non Subsidi, kalau untuk masyarakat umum itu digunakan subsidi dan apabila sudah masuk soal Industri atau pengelolaan maka harus menggunakan BBM non Subsidi. Kalau sudah selesai maka kami langsung bebaskan kelima supir ini,” kata Holmes.

Informasi yang dihimpun di lapangan, bahwa terdapat 400 unit armada milik perseorangan yang sudah bertanda tangan dengan pihak perusahaan batu gajah yang terletak di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga untuk melakukan pemuatan batu gajah tersebut. (who/cr8)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.