TAJUK | Kompetensi dan Integritas  Calon Anggota KPU Sulteng  

0
269

TAHAPAN seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng akan segera memasuki tes wawancara. Pekan ini telah dilaksanakan tes kesehatan di RSUD Undata Palu yang diikuti 29 calon. Calon yang mengikuti tes kesehatan adalah mereka yang lulus tes psikologi. Sebelum masuk tes psikologi telah dilaksanakan tes tertulis dan seleksi berkas. Pada setiap tahapan yang dilalui selalu ada peserta yang gugur.

Serangkaian mekanisme yang diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2018 ini untuk memastikan bahwa proses seleksi akan berjalan transparan, akuntabel, dan objektif. Meskipun pelaksanaan serangkaian tes difasilitasi oleh tim seleksi yang dibentuk KPU RI namun dalam proses pelaksanaannya melibatkan kalangan profesional. Pada tes tertulis menggunakan metode computer assisted test (CAT) sehingga hasilnya dipastikan objektif dan terbebas dari campur tangan pihak mana pun.

Demikian pula dengan tes psikologi, tim seleksi menggunakan pihak ketiga dari kalangan profesional untuk menyelenggarakan tes dimaksud. Penentuan kelulusan yang diumumkan tim seleksi sepenuhnya mengacu pada hasil yang diperoleh setiap peserta. Pada tahapan ini, tidak ada intervensi dan keterlibatan siapa pun, kecuali tim penguji psikologi itu sendiri. Demikian pula dengan tes kesehatan, sepenuhnya menjadi wewenang dan tanggung jawab profesional dari para dokter yang ditunjuk.

Memasuki tahapan seleksi wawancara, hendaknya para calon lebih fokus menyiapkan diri. Mematangkan pengetahuan yang terkait dengan materi wawancara yang meliputi, Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, kepemiluan, ketatanegaraan, kepartaian, dan lembaga penyelenggara Pemilu. Sebab materi wawancara yang akan dilakukan oleh tim seleksi merupakan pendalaman atas topik-topik tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 25 ayat (3) PKPU Nomor 7 Tahun 2018.

Dari pemahaman, pendalaman, bahkan penjiwaan atas isu-isu di atas akan dilihat sejauhmana penguasaan dan kompetensi seorang calon untuk memangku jabatan strategis sebagai penyelenggara Pemilu. Selain materi di atas, tim seleksi juga akan melakukan klarifikasi atas tanggapan dan masukan masyarakat. Dari sinilah sedikit banyak rekam jejak dan integritas seorang calon akan terungkap. Karena itu, dalam waktu yang masih tersedia masyarakat hendaknya proaktif memasok segala informasi yang berkaitan dengan diri calon kepada tim seleksi lewat saluran yang telah dibuka.

Menyangkut kompetensi masih ada waktu untuk belajar dan mempersiapkan diri. Namun menyangkut rekam jejak dan integritas masing-masing calon tentu telah ada catatan sendiri. Tinggal sejauhmana sisi positif dan negatif tersebut sampai ke telinga tim seleksi sebagai bahan pertimbangan untuk memberi penilaian yang seobjektif mungkin.

Pengawasan publik tentu dibutuhkan agar proses seleksi berjalan dengan fair. Tim seleksi sendiri yang terdiri atas lima orang diharapkan saling mengawasi serta menjaga integritas dan kemandirian. Demikian pula para peserta seleksi, kiranya lebih fokus menyiapkan diri dibanding melakukan hal-hal justeru potensial merusak integritasnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.