Puncak Harsiarnas, Dari Palu untuk Indonesia Bicara Baik

0
295
Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola (keempat dari kiri) Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kedua dari kanan) dan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (ketiga dari kanan) menyanyikan lagu Nasional Kebyar-Kebyar setelah kegiatan peringatan Hasiarnas ke 85 di Hotel Mercure, Minggu (4/1). (Foto: Mugni Supardi)

PALU– Setelah melangsungkan serangkaian kegiatan, puncak peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-85 di Kota Palu digelar di Hotel Mercure Palu, kemarin (1/4). Acara itu dihadiri sejumlah pejabat antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI Asril Tanjung, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis, lembaga sensor film, serta perwakilan dewan pers.

Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola dalam sambutannya menyampaikan Pemerintah Sulawesi Tengah bersama seluruh jajaran dan komponen masyarakat, sangat menyambut baik dan mengapresiasi kepercayaan KPI Pusat kepada Provinsi Sulteng sebagai tuan rumah penyelenggaraan Harsiarnas 2018.

“Moment nasional ini memiliki makna istimewa bagi kami, karena bertepatan dengan beberapa hari ke depan tepatnya 13 April merupakan ulang tahun ke-54 Provinsi Sulawesi Tengah, usia yang terus memacu gerakan pembangunan untuk menjadikan visi Sulteng maju, mandiri, dan berdaya saing,’’ ungkapnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulteng membutuhkan dukungan dan kebersamaan semua elemen masyarakat termasuk  insan-insan penyiaran, baik melalui radio maupun televisi. Karena informasi sudah menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga adanya kualitas penyiaran yang baik dan benar, sudah tentu informasi yang diterima akan memotivasi masyarakat, untuk turut mendukung perjalanan pembangunan suatu daerah.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantar  mengatakan, sangat tepat pesan dari peringatan Hari Penyiaran Nasional dan Rakornas KPI-KPID, yaitu penyiaran yang sehat dan berkualitas’’. Sehat artinya, industrinya harus berkelanjutan yang secara komersil harus terus bisa berjalan, meski tidak secara keseluruhan stasiun penyiaran.

Kata Menteri, Indonesia negara yang boleh dikatakan kalau tidak terbesar, salah satu terbesar memberikan izin kepada lembaga-lembaga penyiaran swasta. Kalau sesuai aturan atau regulasi, undang-undang fokusnya selalu kepada izin, yang sesungguhnya menjadi nomor sekian dalam pengawasan.

“Kita ini sudah harus berhenti bermain di tataran izin, kita harus memperkuat posisi kita, terutama memperkuat posisi KPI dan KPID kembali kepada pengawasan konten, atau management konten,” jelasnya.

Hal tersebut dikarenakan, konten menjadi cara cepat mempengaruhi pikiran penonton melalui tontonan televisi. Jika dikelola dengan baik, dapat mempersatukan bangsa menjadi lebih baik pula.

Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis  menyampaikan terima kasih kepada Gubernur, Menteri, dan jajaran yang men-support kegiatan Harsiarnas dan Rakornas KPI KPID 2018. Katanya, Kota Palu, Sulteng sangat luar biasa menjadi tuan rumah pelaksanaan Hari Penyiaran Nasional, dengan tema ‘’Dari Palu Indonesia Bicara Baik’’.

Kata Yuliandre, sekarang agak membingungkan apakah semua informasi itu benar kevaliditasnya. Yang terjadi saat ini adalah, opinilah yang membentuk fakta, bukan fakta yang membentuk opini. ‘’Fenomenal ini harus dibantah oleh kita semua melalui penyiaran yang sehat dan berkualitas. Mudah-mudahan titik semangat hari penyiaran ini, menjadikan semangat kita bersama untuk memperbaiki apa saja yang menghancurkan dalam republik ini.(cr6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.