Peredaran Ikan Kaleng di Palu Diawasi Tim Khusus

0
199

PALU – Terkait dengan viralnya ikan kaleng yang mengandung cacing, Dines Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu bersama instansi terkait membentuk tim khusus untuk mengawasi peredaran bahan makanan tersebut.

Ikan Kaleng merek Sardines (kiri) bisa dikonsumsi, dan ikan kaleng merek Mackerel (kanan) yang mengandung cacing dan dilarang untuk dikonsumsi, di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota Palu kemarin, Senin (2/4). (Foto: Mohammad Rizal)

Sekretaris Disperindag Kota Palu Farid Rifai ditemui di kantornya kemarin (2/4), mengungkapkan jika pekan ini pihak Disperindag bersama instansi yang terkait, akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) langsung ke beberapa pusat perbelanjaan.

“Sesuai dengan pertemuan dua hari yang lalu bersama dengan Disperindag Provinsi, BPOM dan lainya, hasilnya besok (hari ini) kita sidak langsung ke pusat perbelanjaan,” bebernya.

Selain merencanakan untuk melakukan Sidak langsung, dengan melibatkan beberapa instansi terkait, Disperindag kota juga telah membentuk tim khsusus untuk mengontrol dan mengawasi peredaran dan distribusi akan ikan kaleng yang dilarang dijual di pasar-pasar.

“Tim khsusus ini akan memantau di 11 pasar yang ada di kota Palu, utamanya pasar Manonda dan pasar Masomba,” kata Farid Rifai.

Sebelumnya, Disperindag kota Palu telah menemukan beberapa item merek ikan kaleng, dari hasil pantauan di lapangan beberapa hari yang lalu, dan dari hasil pantauan tersebut, dari 27 merek ikan kaleng yang dilarang, ada beberapa yang ditemukan mengandung cacing.

“Beberapa item itu langsung kita tarik dari peredarannya dan dilarang itu dijual kembali,” bebernya.

Sementara pantauan di dua pusat perbelanjaan di Kota Palu, ikan kaleng yang dilarang untuk dijual, sudah tidak ditemukan.

Rena, selaku penanggung jawab di Transmart mengungkapkan bahwa tidak semua merek ikan kaleng Mackerel yang dilarang untuk beredar dan diperjualbelikan di pasaran. “Sesuai dengan dengan list yang kita dapatkan langsung dari BPOM bahwa, merek Mackerel ada juga yang bisa dijual,” ungkapnya kepada Radar Sulteng, Senin (2/4).

Ikan Kaleng merek Mackerel yang boleh diperjualbelikan sesuai dengan list yang diberikan oleh BPOM, yang memiliki kode-kode produksi tertentu, yang melalui dari hasil penelitian, tidak mengandung unsur cacingnya di dalamnya.

“Misalkan ikan kaleng Maya merek mackerel dengan kode produksi MD 517113001021, ikan makarel dalam saus tomat MD 543913006464, dan masih banyak lagi yang lainnya,” sebutnya.

Sementara Manajer BNS Kota Palu Herman, menyampaikan bahwa, semenjak viralnya ikan kaleng merek Mackerel yang mengandung cacing, produk-produk tersebut di BNS langsung ditarik dari peredarannya.

“Semenjak viralnya ikan kaleng merek Mackerel itu langsung kami tarik dari tempat raknya,” ujarnya.

Kemudian, kata Herman, sementara ikan kaleng yang masih dijual di BNS ini, merupakan ikan kaleng yang menurut BPOM tidak mengandung cacing.

“Karena masih banyak warga kota Palu yang menganggap bahwa semua ikan kaleng itu mengandung cacing, padahal tidak semua, untuk itu warga senantiasa tetap mempercayakan bahwa ikan kaleng yang dijual dan dipasang di rak ini, sudah ditinjau langsung oleh BPOM, dan saya anggap aman untuk dikonsumsi,” bebernya.

Sejauh ini untuk merek ikan kaleng itu terdiri atas ikan kaleng merek Sarden dan ikan kaleng merek Mackerel. Khusus untuk Sarden sendiri, tidak ada mengandung cacing. “Layak untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.