Masih Ada Swalayan di Palu yang Jual Ikan Kaleng Bercacing

0
184

PALU – Inspeksi Mendadak (Sidak) yang diinisiasi Disperindag Provinsi, menemukan satu jenis ikan kaleng yang dilarang untuk di jual. Produk ikan kaleng ini, ditemukan langsung Kepala Dinas Perindag Sulteng, Moh Arif Latjuba, saat Sidak di salah satu swalayan yang ada di Kota Palu.

Salah seorang tim Sidak memeriksa satu persatu kaleng ikan dirak penyimpanan disalah satu ritel modern di Kota Palu, Selasa (3/4). (Foto: Mugni Supardi)

“Tadi saya menemukan satu sample jenis ikan kaleng yang mengandung cacing, dan saya perintahkan untuk ditarik dari peredarannya dan tidak boleh di jual,” ungkapnya ditemui di ruanganya kemarin, Selasa (3/4), usai Sidak.

Sidak sendiri dilakukan sebagai bentuk dari hasil pertemuan pada tanggal 2 April yang lalu, yang mengajak seluruh instansi terkait agar tetap menjaga dan melindungi konsumen dari produk yang dilarang untuk dijual di pasaran.

“Tanggal 2 April yang lalu, kita sudah ajak beberapa instansi yang terkait seperti Balai POM Palu, Polda Sulteng, Dinas Pangan provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Perikanan provinsi, Biro ekonomi, Disperindag kota Palu, dan lainya, untuk membicarakan beberapa hasil dari balai POM pusat, yang mengeluarkan 27 merek ikan kaleng yang tidak boleh di jual di pasaran,” sebutnya.

Sehingga dari hasil pertemuan pada tanggal 2 April yang lalu, menghasilkan kesimpulan untuk secepatnya melakukan Sidak di lapangan, untuk memastikan bahwa merek ikan kaleng yang dilarang itu sudah tidak lagi di jual di toko-toko ritel modern dan pasar-pasar tradisonal yang ada di kota Palu dan sekitarnya.

“Karena sebelum tanggal 2 April juga, dari balai POM kota Palu sudah melakukan Sidak pertama ke beberapa toko dan pusat perbelanjaan, memastikan agar 27 merek tersebut tidak boleh beredar, dan dari Sidak perdana Balai POM kota Palu, menemukan lagi 15 merek ikan kaleng yang di larang ada dijual,” terangnya.

Selanjutnya, dalam waktu dekat juga, Disperindag Provinsi Sulteng akan mengeluarkan surat resmi, yang di embuskan ke seluruh instansi Disperindag yang ada di kabupaten/kota, kiranya untuk meneruskan dan mengawasi dari 27 merek ikan kaleng yang dilarang tadi, sudah tidak lagi dijual di pasar-pasar tradisonal dan toko ritel modern yang ada di kabupaten/kota.

“Jadi kita akan buatkan surat tembusan langsung ke Disperindag yang ada di kabupaten/kota, yang lebih spesifik kepada Kabid Perdagangan untuk tetap mengontrol dan mengawasi peredaran ikan kaleng yang di larang untuk tidak di jual lagi,” katanya.

Untuk Sidak gabungan ini juga, menurut Moh Arif Latjuba, telah dibentuk dua tim, yang masing-masing memiliki fungsi yang sama yakni melakukan Sidak atas merek ikan kaleng yang di larang untuk dijual.

“Jadi sebelum Sidak, kami bagi tim menjadi dua, tim yang pertama melakukan Sidak langsung di toko-toko ritel modern bagian Palu barat dan sekitarnya, dan satu tim lagi di bagian Palu timur dan selatan, dan masing-masing tim ini terdiri dari balai POM, dinas Kesehatan, Polda Sulteng, Disperindag kota/Provinsi, dan lainya,” tutupnya. (zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.