TAJUK | Pemkab Buol Jangan Abaikan Pariwisata

0
77

AIR terjun Talokan pernah menjadi primadona di Kabupaten Buol. Destinasi wisata yang berada di Desa Talokan Kecamatan Gadung itu selalu ramai dikunjungi. Letaknya yang berada di Jalan Trans Sulawesi memudahkan akses warga dari berbagai desa untuk menghabiskan hari libur sambil menikmati sejuknya air terjun dari pegunungan. Itu terjadi beberapa waktu yang lalu.

Kini, air terjun Talokan sudah mulai sepi. Kondisinya nyaris tidak memenuhi syarat sebagai tempat rekreasi. Sedimen lumpur dan batang pohon berserakan. Fasilitas yang ada pun sudah ditumbuhi rumput belukar. Inilah yang memantik keprihatinan warga setempat. Terutama mereka yang pernah menjadi saksi, betapa air terjun Talokan di masanya pernah sangat masyhur di telinga orang Buol.

Warga berharap agar Pemkab punya perhatian terhadap objek wisata yang satu ini. Sebab bagi warga setempat,  inilah salah satu potensi dan keunikan desa mereka yang dibanggakan sejak dulu. Bila dikelola dengan baik, masyarakat sekitar juga dapat mengambil manfaat timbal balik. Ada yang datang untuk berekreasi sementara yang lain menyiapkan fasilitas penunjang yang bisa dimanfaatkan pengunjung. Desa menjadi hidup dan warga desanya memperoleh tambahan penghasilan.

Masalahnya karena Dinas Pariwisata Kabupaten Buol terbentur pada keterbatasan anggaran untuk merevitalisasi air terjun Talokon. Kalau Pemkab tidak memiliki anggaran maka saat ini tersedia dana desa yang dapat dialokasikan untuk pengembangan wisata desa. Di berbagai desa di daerah lain,  tempat-tempat wisata dipercantik dengan dana desa. Bahkan di tangan kepala desa yang kreatif, tempat-tempat yang semula kumuh kini dapat disulap sebagai destinasi wisata yang memikat.

Tidak terurusnya air terjun Talokon sebetulnya bukan persoalan tunggal. Tempat-tempat wisata yang lain di Kabupaten Buol pun mungkin demikian nasibnya. Dinas Pariwisata dihadapkan pada masalah klasik keterbatasan anggaran. Maka untuk mengurai masalah ini dibutuhkan dukungan politik dari pemimpin tertinggi di daerah. Sebagai bupati yang sudah dua periode menjabat, Amirudin Rauf mestinya sudah punya program yang menyentuh sektor-sektor seperti ini. Tidak semata-mata terfokus pada sektor pertanian maupun peternakan.

Sebab ke depan sektor pariwisata akan makin menjanjikan. Semua daerah memiliki keunikan dan potensi yang bisa dipoles, dikemas, dan dipromosikan seluas-luasnya. Tentu ini semua mensyaratkan bupati yang punya imajinasi tentang kecenderungan perkembangan di masa depan. Tidak hanya terfokus pada apa yang sudah ada dan apa yang sudah di depan mata. Upaya menggenjot sektor peternakan sangatlah bagus tapi pengembangan sektor pariwisata tidak boleh diabaikan.

Setidaknya bupati memberikana arahan dan penguatan kepada setiap desa untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di desanya. Agar desa hidup dan bergairah. Agar Kabupaten Buol makin memikat dan menarik orang untuk berkunjung. Supaya mereka yang punya uang tidak perlu berinvestasi di tempat lain. Seperti membangun vila di Kota Palu.  Sebab Buol sebenarnya tidak kalah dibanding daerah lain. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here