Kejati Didesak Tuntaskan Dugaan Korupsi Asrama Haji

0
792
Teatrikal yang ditunjukkan LS ADI dalam aksi menuntut dugaan korupsi pembangunan Asrama Haji Palu di depan Kejaksaan Tinggi Sulteng, Kamis (5/4). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah didesak untuk segera menuntaskan dugaan korupsi pada pembangunan Asrama Haji Kota Palu. Desakan tersebut datang dari Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS ADI).

Para aktivis LS ADI ini, Kamis (5/4) kemarin, mendatangi Kejati Sulteng, dengan melakukan aksi demonstrasi di depan pintu gerbang utama kantor Kejati Sulteng. Tidak hanya berorasi, mereka pun menggelar aksi teatrikal, yang menggambarkan kesengsaraan rakyat akibat korupsi.

Kasus dugaan korupsi pembangunan Asrama Haji Kota Palu, yang menghabiskan APBN senilai kurang Rp43,6 miliar tersebut, sebelumnya sudah dilaporkan LS ADI, sejak 26 Februari 2018. Namun, hingga kini belum ada perkembangan dan jawaban resmi dari pihak Kejaksaan terkait kasus yang sudah dilaporkan tersebut. “Kami menduga bahwa ada permainan yang sudah dilakukan oleh Kejati Sulteng sendiri terkait dugaan korupsi yang ada di Asrama Haji Kota Palu, atau seperti apa kami belum tahu pasti karena kami belum mendapatkan jawaban itu,” kata Koordinator Aksi LS ADI Sulteng, Mikdat.

Mikdat juga membeberkan, bahwa dugaan korupsi pada pembangunan Asrama Haji tersebut, terjadi akibat pelaksana dari pembangunan Asrama Haji, hingga habisnya masa kontrak kerja, hanya mampu menyelesaikan pekerjaan mencapai 17 persen saja. “Kami pun menduga bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi dibalik terhambatnya pembangunan Asrama Haji itu, karena dengan penggunaan anggaran yang begitu besar namun pembangunannya tidak terealisasi sesuai degan target yang ditentukan,” katanya saat orasi di depan kantor Kejati Sulteng.

Sementara Arman, aktivis LS ADI lainnya, menjelaskan, apabila tidak ditanggapi oleh pihak Kejati maka LS ADI Sulteng akan menyurat kepada KPK terkait dengan adanya dugaan korupsi pada pembangunan Asrama Haji Kota Palu. “Karena kami sudah mengupayakan melalui surat yang kami masukan belum ada jawaban kemudian kami datang dengan berorasi, dan juga belum ada tanggapan, upaya kami selanjutnya adalah menyurat ke KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi ini,” katanya di sela aksi.

Pantauan Radar Sulteng, setelah meninggalkan Kejati Sulteng, masa aksi kembali orasi di depan Mapolda Sulteng, dengan meminta agar pihak Polda bisa menangkap para koruptor yang ada di wilyah Sulteng, karena jelas ada dugaan korupsi di proyek Asrama Haji Kota Palu yang harus dituntaskan. Massa aksi juga melakukan orasi yang sama di depan kantor DPRD Sulteng, namun dalam orasi di DPRD Sulteng tidak juga diterima oleh anggota dewan, masa aksi sempat meronta dan mengeluarkan nada keras namun aparat kepolisian dapat cepat meredamnya. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.