2017, Ekonomi Sulteng Tumbuh 7,14 Persen

0
242

PALU– Gubernur Sulteng H Longki Djanggola menyampaikan pidato pengantar Laporan dan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah tahun anggaran 2017.

Gubernur H Longki Djanggola menyampaikan pidato pengantar LKPJ Kepala Daerah Sulawesi Tengah Tahun 2017 dalam rapat paripurna DPRD Sulteng, kemarin (9/4). (Foto: Istimewa)

Gubernur mengatakan, LKPJ merupakan salah satu perwujudan dari mekanisme penyelenggaraan pemerintahan daerah dan sekaligus pertagunggungjawaban moral kepada pemerintah dan masyarakat terhadap hasil kinerja pembangunan yang telah dicapai pada tahun 2017.

Resume LKPJ Gubernur Sulawesi Tengah Tahun 2017, yang merupakan tahun kedua kepemimpinan Longki Djanggola periode 2016-2021. Dengan visi Pembangunan, ” Sulawesi Tengah Maju, Mandiri, dan Berdaya Saing ” dijabarkan pada delapan prioritas.

Prioritas itu yakni, pendidikan dan kesehatan; Pengentasan kemiskinan; Revitalisasi pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan; Peningkatan iklim investasi dan iklim usaha; Peningkatan infrastruktur dan energi; Reformasi birokrasi dan tata kelola; Pembangunan hukum dan ketertiban; Lingkungan hidup dan pengelolaan bencana.

Dijelaskan Gubernur, APBD 2017 dapat terselenggara dengan baik dan optimal melalui berbagai kebijakan, program dan kegiatan sesuai urusan pemerintah yang menjadi tanggung jawap masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

“ Di samping untuk pemenuhan kebutuhan belanja tidak langsung, kebijakan umum belanja dearah tahun anggaran 2017 juga diarahkan untuk mendukung pencapaian target RPJMD dan realisasi anggaran pendapatan daerah sebesar Rp3,6 triliun atau 96,35 persen dari target sebesar Rp3,6 triliun,’’ jelasnya.

Gubernur mengatakan, realisasi APBD tahun 2017 dapat dicapai dari berbagai terobosan dan inovasi. Ditargetkan sebesar Rp3,7 triliun terealisasi sebesar Rp3,4 triliun, atau sebesar 92.78 persen.

Beberapa kebijakan pemerintah seperti adalah penghematan dan efisiensi yang signifikan pada belanja perjalanan dinas dan pada komponen belanja barang dan jasa. Tetapi out put-nya tercapai 100. Realisasi Tugas Perbantuan dimana Provinsi Sulteng mendapat alokasi dana tugas perbantuan sebesar Rp500,2 miliar yang diperoleh dari enam kementerian kepada delapan OPD.

Sedangkan perkembangan dan pertumbuhan perekonomian Sulteng tahun 2017 tumbuh sebesar 7,14  persen. “Dokumen LKPJ Gubernur tahun 2017 ini secara rinci menggambarkan tentang seluruh proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan dan pengelolaan keuangan untuk selanjutnya dapat dibahas secara internal oleh DPRD,’’ kata Gubernur.(mch)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.