Polres Tolitoli Tahan Mantan Bendahara Setdakab Tolitoli

0
260

TOLITOLI-Mantan bendahara Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Tolitoli Zulfikar, Senin (9/5) sekitar pukul 14.15 kemarin, dijebloskan kedalam sel tahanan Polres Tolitoli. Tersangka ditahan, setelah Kejaksaan menyatakan kasus dugaan korupsi Uang Persediaan (UP) tahun 2015 tersebut P21.

Tampak tersangka Zulfikar sebelum digiring penyidik Sat Reskrim menuju sel tahanan Polres Tolitoli, Senin (9/4). (Foto: Yuslih)

“Jaksa telah menyatakan kasus ini telah P21, makanya hari ini tersangkanya kami tahan. Tapi kami akan serahkan ke kejaksaan, minggu depan, ” Jelas Kasat Reskrim Polres Tolitoli AKP Esti Prasetyo Hadi SH SIK, di ruang kerjanya kemarin.

Kasat Reskrim menjelaskan, Zulfikar telah ditetapkan menjadi tersangka sejak tahun 2016, namun karena berkas kasusnya bolak-balik dari penyidik Polres ke kejaksaan, serta menunggu hasil perhitungan BKP maupun Inspektorat terkait jumlah kerugian negara, sehingga kasus ini tertangani cukup lama.

” Kebetulan, saat kasus ini mulai ditangani, saya belum menjabat. Namun karena menjadi PR, selama penanganan, kami terus melengkapi petunjuk dari kejaksaan serta pelibatan Inspektorat dan BPK dalam memperkirakan kerugian negara, Itulah sebabnya kasus ini lambat rampungnya, ” jelas Kasat Reskrim.

Diterangkannya pula, tersangka yang saat ini bertugas sebagai staf di Kantor Inspektorat ini, terjerat melakukan dugaan tindak pidana korupsi, karena menyelewengkan anggaran UP kantor Setda tahun 2015 sebesar Rp 623 juta yang kemudian dipergunakan untuk keperluan pribadinya.

Angka kerugian negara tersebut dijelaskan Kasat, merupakan hasil berdasarkan perhitungan BPK maupun Inspektorat dari dana belanja UP Sekretariat Daerah yang bersumber dari APBD tahun 2015 yang dikelola tersangka saat masih menjabat sebagai bendahara umum di kantor tersebut.

Menjawab pertanyaan soal isu yang berkembang, terkait adanya dana UP yang diselewengkan, diduga juga mengalir kepada Bupati maupun Sekretaris Kabupaten (Sekkab). Kasat Reskrim membenarkan adanya isu tersebut. Meski sejauh ini, dari hasil pemeriksaan tersangka, maupun pengumpulan data yang dilakukan tim penyidik, tidak ditemukan bukti keterkaitan pihak lain.

” Tidak ditemukan bukti keterkaitan pihak lain, info maupun keterangan seperti itu, tidak mendasar. Sebab tersangka melakukannya sendiri dan dipergunakan untuk keperluan pribadi, ” jelasnya.

Meski demikian, Kasat Reskrim mengatakan, jika fakta persidangan nanti ternyata berkembang, tidak menutup kemungkinan pihaknya menetapkan tersangkan lain.(yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.