Dua Petani di Sirenja Donggala jadi Kurir Narkoba

0
696

DONGGALA–Jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Donggala kembali berhasil menangkap dua tersangka narkoba bernama Hamid dan Hendrik. Penangkapan kedua tersangka tersebut berlangsung di Jln Trans Sulawesi tepatnya di Desa Tambu Kecamatan Balaesang, Jumat (6/4) lalu.

Kepala BNN Kabupaten Donggala, Kahar Muzakir (tengah) didampingi dua kepala Seksi BNN Donggala saat memperlihatkan barang bukti berupa narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan dari kurir narkoba di Jalan Trans Sulawesi, Selasa (10/4). (Foto: Ujang Suganda)

Menurut Kepala BNN Kabupaten Donggala, AKBP Kahar Muzakir, kedua pelaku yang ditangkap sekitar pukul 17.00 wita di Jln Trans Sulawesi itu berperan sebagai kurir narkoba. Sedangkan barang haram itu kata Kahar berasal dari seorang pengedar berinisial AN yang beralamat di Desa Tompe Kecamatan Sirenja.

“Mereka berdua ini berperan sebagai kurir. Kedua tersangka kita tangkap saat akan melakukan transaksi di Jln Trans Sulawesi Desa Tambu,” ungkap Kahar.

Berdasarkan hasil interogasi, kata Kahar, kedua pelaku juga merupakan warga Kecamatan Sirenja. Menurut Kahar, pelaku bernama Hamid merupakan warga Desa Tanjung Padang yang bekerja sebagai petani. Sedangkan Hendrik merupakan warga Desa Sipi Kecamatan Sirenja yang juga seorang petani. “Mereka berdua dan pengedarnya sama-sama warga Kecamatan Sirenja,” sebutnya.

Diurai Kahar, dari tangan pelaku, BNN berhasil mengamankan enam paket narkotika jenis sabu yang terbungkus plastik dengan berat 6,52 gram. Selain itu, juga diamankan uang dengan total Rp 5 juta lebih. “Kita juga mengamankan satu unit motor jenis Yamaha Vixion yang digunakan pelaku beserta telepon genggam. Kedua pelaku diancam dengan pasal 127 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” jelasnya.

Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Donggala, Nirman Jamali, yang juga bersama kepala BNN mengatakan, pada tahun 2018 BNN Kabupaten Donggala telah berhasil mengungkap dua kasus narkoba dengan total 4 orang tersangka. Menurut Nirman, BNN Donggala diberi jatah anggaran untuk mengungkap satu kasus saja pada tahun 2018. “Meski begitu pemberantasan terhadap narkoba terus berjalan. Sampai dengan April 2018 ini kita sudah ungkap dua kasus,” tambahnya.(ujs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.