Panti Asuhan Dilarang Minta Sumbangan Door to Door

0
590

PALU – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palu mensinyalir, sejumlah panti asuhan yang menggunakan jasa anak-anak atau orang dewasa dalam menjalankan proposal permintaan sumbangan, merupakan yayasan yang belum terdaftar di Dinsos Kota Palu. Permintaan sumbangan yang mengatasnamkan panti asuhan, dengan cara meminta langsung ke rumah-rumah warga pun, dinilai ilegal.

Ilustrasi (@okezone.com)

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penanganan Panti Asuhan, Rizal Kono, Selasa (10/4) kemarin. Dia mengungkapkan, sebagian besar panti asuhan yang ada di Kota Palu sudah memiliki perizinan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palu. “Ada 47 panti asuhan yang sudah memiliki berkas perizinan dari kami, sisanya yang 9 belum mengurus perizinannya dikarenakan ada beberapa persyaratan belum terpenuhi atau dari panti asuhan tersebut tidak mengurusnya,” katanya.

Rizal menerangkan bahwa untuk panti asuhan sendiri jika ingin  mengurus perizinannya harus berdiri dulu selama 2 tahun baru bisa mengurus perizinannya. Panti asuhan yang diberikan izin pun, harus secara resmi berdiri di atas lokasi milik sendiri atau masyarakat yang telah diberikan atau diwakafkan kepada pemilik panti asuhan tersebut.

Kalau panti asuhan tersebut mengontrak tempat atau menyewa tanah maka ini tidak termasuk dalam persyaratan, sebagaimana yang dipersyaratkan Kementerian Sosial RI. Rizal pun mengungkapkan, ada beberapa panti asuhan yang sengaja memanfaatkan anak-anak pantinya untuk keluar dan mencari sumbangan secara ilegal, bukan secara resmi. Misalnya seperti membawa proposal ke donator atau ke lembaga resmi terkait.

“Para anak-anak panti yang dimanfaatkan meminta sumbangan melalui pintu ke pintu ini adalah ilegal karena bisa saja si anak yang tidak tahu apa-apa kemudian melihat barang yang bukan miliknya, kemudian diambil olehnya, atau tidak masalah tata krama yang masuk ke dalam ruangan kantor misalnya, langsung meminta uang dengan tidak sopan, ini semua yang kami pikirkan apa-apa saja solusi dalam permasalahan ini,” tambahnya.

Lebih jauh disampaikan Rizal, dari akhir Desember 2017 lalu, pihaknya sudah memberikan sanksi tegas terhadap pemilik panti asuhan, yang kedapatan ada anak-anak pantinya meminta-minta secara sembarangan. Ia memberitahukan kepada siapa saja yang melihat ada anak-anak panti yang meminta-minta sumbangan secara ilegal segera laporkan ke Dinsos Kota Palu.

“Sampai saat ini hal tesebut sudah berkurang bahkan tidak ada lagi, tidak ada lagi anak-anak yang meminta atas nama panti ke orang-orang. Kemungkinan dikarenakan oleh peraturan yang telah kami keluarkan, yaitu pemanggilan terhadap pemilik panti asuhan jika ada anak-anak panti yang melakukan hal ilegal tersebut,” pungkasnya. (cr1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.