TAJUK | Kabupaten Parimo di Usia 16 Tahun

0
280

KABUPATEN Parigi Moutong (Parimo) memperingati hari ulang tahun yang ke-16, Selasa 10 April 2018. Berbagai kegiatan digelar Pemkab dan masyarakat untuk memeriahkan momentum bersejarah ini. Ya, 16 tahun lalu Parimo resmi menjadi kabupaten yang terpisah dari induknya Kabupaten Donggala.

Ditandai dengan pengesahan UU Nomor 10 Tahun 2002  tentang pembentukan Kabupaten Parigi Moutong di Provinsi Sulawesi Tengah dalam Lembaran Negara dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia.

Apa yang terjadi pada 10 April 2002 silam merupakan akumulasi dari serangkaian perjuangan yang mendahuluinya. Momentum 10 April yang diperingati sebagai HUT adalah penegasan yuridis Parimo sebagai sebuah daerah otonomi baru (DOB). Namun aspirasi dan perjuangan untuk mewujudkan kabupaten ini telah berlangsung jauh sebelumnya. Ada tahapan perjuangan dengan tokoh yang berbeda namun tetap dengan tujuan yang sama. Masyarakat dan jajaran pemerintah daerah perlu memahami dan meresapi proses perjuangan di masa lalu itu, sebagai inspirasi untuk membangun Parimo saat ini.

Perjuangan awal selalu mensyaratkan kegigihan, pengorbanan, ketulusan, dan soliditas. Maka peringatan HUT yang dirayakan secara berkala seyogianya dimaknai sebagai upaya untuk merawat nilai-nilai tersebut.

Dalam mengisi pembangunan yang kini sedang berjalan, sangat penting kiranya semua pihak meneladani nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan yang telah dipraktikkan oleh tokoh-tokoh yang berjuang demi terwujudnya Kabupaten Parimo seperti sekarang ini. Spirit keteladanan ini makin penting dan relevan berkenaan dengan kontestasi pemilihan kepala daerah yang sedang berlangsung.

Semangat kekeluargaan dan kerukunan mesti tetap dijaga. Kabupaten Parimo terwujud karena kebersamaan dan soliditas seluruh masyarakatnya. Kontestasi Pilkada jangan sampai merusak nilai-nilai dan tatanan yang sudah terjaga baik selama ini. Seluruh potensi yang ada harus diarahkan untuk pembangunan Parimo yang lebih baik di masa mendatang. Pemimpin ke depan harus seorang yang visioner.

Tidak saja mampu melanjutkan apa yang sudah diletakkan pemimpin terdahulu tapi sekaligus mampu keluar dari zona nyaman yang ditinggalkan pemimpin sebelumnya.

Langsung atau tidak langsung, posisi Longki Djanggola sebagai gubernur Sulteng sedikit banyak memberikan point tersendiri bagi daerah yang pernah dipimpinnya. Gelaran berbagai kegiatan nasional yang dipusatkan di Parimo tidak lepas dari peran gubernur. Tapi ke depan era seperti ini akan berakhir ketika masa jabatan Longki Djanggola juga selesai. Maka penting bagi Parimo untuk menemukan pemimpin yang lebih mandiri, inovatif, dan memiliki akses yang luas. Pilkada yang sedang berlangsung merupakan momentum bagi masyarakat Parimo untuk menemukan pemimpin dengan kriteria dan kapasitas dimaksud. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.