Dalam Sehari, Bengkel dan Sekolah Terbakar

0
261
Sebanyak empat unit armada Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu dikerahkan pada kebakaran di Jalan Sis Aljufri, Sabtu (14/4) malam. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Si jago merah kembali mengamuk di RT 04/RW 08 Jalan Sis Aljufri, Kelurahan Bayaoge, Tatanga yang menghanguskan satu unit kios, bengkel dan rumah sekitar pukul 22.00 Wita, Sabtu (14/4). Sebanyak 4 unit armada Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Palu dikerahkan untuk memadamkan api.

Dari pantaun Radar Sulteng api baru berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian. Data yang dihimpun dilokasi, titik api berasal dari kios kontrakan milik Karman yang hingga Minggu (15/4) pagi kemarin belum diketahui dimana dia berada oleh warga setempat dan pemilik tanah.

“Iya sampai sekarang masih kami cari, mungkin menenangkan diri karena masih trauma, karena api berasal dari kiosnya,” kata Moh Nur, pemilik tanah dari kios dan bengkel yang terbakar. Rumah Moh Nur juga ikut dilalap api, harta bendanya tak ada yang berhasil diselamatkan.

Moh Nur menjelaskan, dari pembicaraan warga kronologis kebakaran ini karena anak dari Karman yang sedang bermain-main dengan korek api. Di saat itu juga Karman sedang mengisi bensin ke botol dari jerigen dengan posisi membelakangi anaknya. “Ini informasi dari mulut ke mulut,. Kita bisa pastikan kalau dia (Karman, red) sudah ditemukan,” singkat Nur.

Atas kebakaran kios, bengkel dan rumah ini kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Apalagi saat terjadinya kebakaran posisi bengkel mobil dan motor milik Masdukin sudah tutup, sehingga tidak ada barang usahanya yang selamat. Begitupun Moh Nur, berang-barang rumahnya menjadi abu. “Menurut pemilik bengkel dia rugi Rp 50 juta lebih lah. Kalau rumah saya belum bisa ditaksir, tapi hampir tidak ada yang selamat kecuali sepeda motor,” terang Moh Nur.

Bukan hanya pemilik bengkel dan Moh Nur yang terkena dampak dari kios milik Karman. Tetapi pedagang sari laut yang berdampingan dengan bengkel juga ikut-ikutan rugi materi. Selain dinding usahanya disambar api, satu unit sepeda motornya jenis tiger berwarna hitam dengan nopol DN 5851 AM hilang saat banyak warga yang menawarkan bantuan menyelamatkan barang-barang di sari lautnya.

“Ya saya tidak mungkin menolak, karena api sudah semakin besar, tetapi bukannya menolong, malah langsung di bawa lari,” jelas Afdal, pemilik sari laut kepada wartawan.

Afdal menuturkan, saat itu banyak yang datang ke usahanya saat diketahui ada kebakaran. Dan ada yang menawarkan mendorong motornya ke luar. Karena sudah panik dia mengiyakan saja. Dia baru sadar beberapa saat kemudian. Dia mengaku sudah melaporkan berita kehilangan ini dengan aparat kepolisian yang saat itu berada di lokasi. “Ada yang lihat dua orang mendorong motor besar mengarah ke Sungai Manonda, tetapi saat itu tidak curiga,” sebutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu Sudaryano Lamangkona ditemui saat kebakaran menambahkan, ada tiga unit armada dari markas pemadam dan 1 unit armada Palu Barat. Untuk dugaan kebakaran kata dia juga dari bensin di kios.  “Masyarakat cukup membantu. Kami imbau agar tetap waspada, karena selain merugikan diri sendiri bencana seperti ini juga merugikan orang lain,” tutup Sudaryano.

Di tempat berbeda, pada siang harinya, SDN 15 Palu, yang terletak di Jalan Suprapto juga menjadi sasaran amukan si jago merah. 4 (empat) unit mobil pemadam turun langsung memadamkan api. Beruntung, berkat kerja sama antara pemadam dan warga, api berhasil dipadamkan kurang lebih setengah jam.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 15, Paizah mengatakan, tidak ada yang menempati  ruangan yang terbakar ini dan belum mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran karena pada saat kebakaran hanya ada satu orang penjaga sekolah dan pada saat itu sedang berada di belakang sekolah.

“Kita juga belum tahu penyebabnya, kemungkinan ada puntung rokok yang dibuang ke ruangan tersebut,” ungkapnya kepada wartawan Radar Sulteng di lokasi kebakaran Sabtu (14/4) kemarin.

Lanjut Paizah, bangunan yang terbakar itu adalah bank Sampah tempat sampah yang sudah dibersihkan dan yang sudah siap didaur ulang. Isi dalam bangunan  berupa koran dengan berkas-berkas yang sudah disortir. “Dalam ruangan itu layaknya orang kerja di bank, ada mesin ketiknya, ada meja dan kursinya jadi bank sampah itu tempat transaksi jual beli sampah yang sudah didaur ulang, dan kami belum bisa taksir berapa kerugian saat ini,” jelasnya.

Penjaga sekolah, Arul, mengatakan, dirinya memastikan kemunculan api bukan berasal dari dalam ruangan, karena pada posisi tersebut listrik yang ada di ruangan dalam keadaan padam. “Dalam ruangan ini memang ada listrik tapi padam,” tuturnya.

Dari hasil pantauan Radar Sulteng di lokasi kebakaran,  nampak sejumlah fasilitas sekolah berupa mesin ketik, lemari, dan atap ruangan hangus dilalap si jago mera. Aparat kepolisian juga nampak  turun langsung dalam menertibkan arus lalu lintas dan menghalau warga yang berusaha masuk untuk melihat ruangan terbakar. (acm/cr9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.