Kecewa Isra Miraj Tidak Dihadiri Pejabat Pemkot

0
239

PALU – Isra Mi’raj adalah peringatan yang jatuh pada bulan Rajab tanggal 27. Tahun ini, peringatan tersebut jatuh pada tanggal 14 April penanggalan internasional. Bagi umat Muslim memperingati Isra Mi’raj adalah hal yang penting karena saat itulah Nabi Muhammad dari Kota Mekkah ke Yerusalem menuju kelangit ketujuh untuk menerima perintah melaksanakan Sholat.

Pada hari Isra Mi’raj, biasanya dimeriahkan dengan berbagai kegiatan mulai dari lomba baca tulis Al-Quran hingga lomba kesenian lainya yang bernuansa islam tak luput juga iring-iringan mobil pawai yang mengelilingi Kota.

Dikota Palu sendiri, kelompok kerja guru agama Islam se Kecamatan Palu Timur dan Mantikulore juga memperingati hari Isra Mi’raj dengan mengadakan kegiatannya di Masjid Sabiilul Muhtadi Boya Karampe Jalan Sam Ratunlangi, Sabtu (14/4).

Pengawas Gugus V H Sukarji SSos, MSi Sekolah Dasr (SD) Se Kecamatan Palu Timur dan Mantikulore mengatakan, Isra Mi’raj diperingati agar anak didik khususnya ditingkat SD mendapat pelajaran sejak dini terkait Isra Mi’raj serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk menampilkan kesenian dengan tema Islami.

Kegiatan ini juga, kata dia adalah inisiatif dari kelompok kerja guru agama Islam se Kecamatan Palu Timur dan Mantulore, yang dimana dalam kegiatan ini juga menggunakan biaya sendiri, karena guru-guru agama menilai moment seperti  ini adalah aplikasi langsung untuk meberikan pemahaman kepada peserta didik tingkat SD.

“Mereka patungan, menyumbang seiklahsnya untuk biaya konsumsi, spanduk, transportasi da’i dan lain-lain. Ini perlu diberika penghargan karena mereka bisa berbuat dan ini perlu dapat perhatian oleh Pemerintah Kota Palu,” tuturnya.

Lanjut Sukarji, dalam amatanya, dalam kegiatan tersebut yang juga dihadiri pihak Polres Palu, Kapolsek Palu Timur, UPTD Wilayah II Pendidikan Kecamatan Palu Timur dan Matikolore, yang berjumlah sekitar 20 kepala sekolah dari 57 undangan untuk kepala sekolah. Sukarji juga menyampaikan kekecewaanya terhadap Wali Kota Palu yang tidak datang dalam kegiatan ini. Kata dia, sebelumnya telah mengundang Wali Kota Palu.

“Kegiatan seperti ini kan harus juga diperhatikan Pemkot Palu, makanya kalau diundang tolong lah hadir, kalau Wali Kota tidak bisa hadir kan ada wakil wali kota, kalau wakil tidak ada kan ada Sekotnya, kalau tidak bisa juga kan ada asisten satu, dua dan tiga kalau juga tidak ada kan ada kepala bagian atau wali kota bisa langsung mandatkan ke Kadis Pendidikan dan yang lucu Kadis Pendidikan diundang, tapi tidak datang dan tidak ada yang wakili,” ungkapnya.

Menurutnya, kedepanya perlu ada perbaikan terutama di bidang pendidikan, karena kegiatan seperti ini, kata dia merupakan aplikasi langsung perlu mendapatkan penghargaan yang serius sebab pendidikan itu tidak ahanya disampaikan melalui teori tapi mengaplikasikan langsung juga sangat diperlukan.

“Sebanarnya mereka tidak juga berharap penghargaan dari pemerintah hanya saja, dengan memenuhi undangan mereka, kelompok guru-guru agam islam ini merasa dihargai dan didukung oleh pemerintah, inisisatif-inisiati dari mereka inilah yang patut dicontoh,” tutupnya. (cr8)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.