TAJUK | Buaya Sungai Palu, Integrasikan Konsep Konservasi dan Pariwisata

0
396

POPULASI buaya yang ada di Sungai Palu akhirnya mendapat respons dari Pemprov Sulteng. Pekan lalu telah digelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mencari solusi terkait keberadaan buaya di Sungai Palu yang akhir-akhir ini menjadi perhatian masyarakat. Terutama dengan kemunculan buaya berkalung ban (B3) yang hingga saat ini belum dapat dievakuasi meski sejumlah pihak telah turun tangan.

Populasi buaya yang diperkirakan akan terus bertambah di Sungai Palu potensial menimbulkan masalah di kemudian hari, bila tidak ditangani sejak awal. Masalah akan muncul jika populasi buaya terus bertambah dan ketersediaan makanan makin berkurang. Saat itulah konflik dengan manusia dan lingkungan sekitarnya akan sulit terhindarkan. Sebelum hal itu terjadi, bijak dan tepat bila pemerintah melakukan upaya preventif dari sekarang.

Keberadaan buaya bakal menjadi ancaman sekaligus peluang. Ancaman akan terjadi jika pemerintah daerah gagal mengelolanya menjadi peluang yang bermanfaat. Ancaman paling nyata adalah serangan terhadap manusia. Apalagi Sungai Palu dan Teluk Palu kini menjadi kawasan yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Keberadaan buaya saat ini, sedikit banyak telah menimbulkan keresahan dan rasa waswas masyarakat yang biasa beraktivitas di sekitar Teluk Palu.

Pemerintah pada berbagai level dan sektor, serta masyarakat dengan perannya masing-masing perlu terlibat dan dilibatkan. Setelah pertemuan pertama yang diinisiasi Pemprov, perlu langkah tindak lanjut untuk merumuskan agenda yang lebih konkret. Apa tanggung jawab pemerintah daerah dan instansi vertikal? Bagaimana pelibatan masyarakat dan peran sektor bisnis? Semua harus diformulasikan dengan tepat agar masing-masing pihak dapat berperan maksimal dan efektif.

Sungai Palu dan kawasan Teluk Palu merupakan land mark Kota Palu. Masa depan pengembangan Kota Palu tidak bisa dilepaskan dari penataan kawasan ini. Keberadaan populasi buaya membuatnya makin unik dan lengkap sekaligus mengandung potensi bahaya yang mengerikan. Konsep konservasi dan industri pariwisata yang terintegerasi akan menjawab potensi dan ancaman yang ditimbulkan. Publik berharap agar pemerintah daerah benar-benar menyeriusi persoalan ini. Bagaimana mengelola ancaman menjadi potensi pariwisata yang bernilai tambah bagi daerah dan masyarakat. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.