Diduga Ilegal, Oknum Pengusaha Keruk Gunung di Bahodopi

0
143
satu unit alat berat, sedang mengkeruk gunung yang berada di Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. (Foto: Faisal)

MOROWALI-Salah satu perusahaan galian C yang berada di Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali diduga tidak mempunyai izin dalam melaksanakan kegiatan pengerukan gunung alias perusahaan ilegal. Hal ini dapat dipastikan, karena tidak adanya papan pengumuman maupun papan nama perusahaan galian C di sekitar lokasi pengerukan.

Pantauan di tempat kejadian perkara (TKP) Senin kemarin, terlihat satu unit alat berat terus menggunduli gunung yang berada di Desa Lalampu ini. Kemudian hasil kerukan tersebut, dinaikan ke atas kendaraan roda enam dumptruck, yang jumlahnya kurang lebih 10 unit.

Selain tidak adanya papan pengumuman dan papan nama perusahaan galian C, media ini juga memantau di sekitar aktivitas galian C itu tidak terdapat security. Hal tersebut tentunya, dapat membahayakan pengendara lainnya karena dumptruck pemuat material hasil pengerukan gunung bebas lalu lalang dalam menggunakan jalanan umum.

Ditanya terkait izin dari aktivitas pengerukan gunung atau galian C ini, salah seorang pengemudi yang memuat material hasil pengerukan yang enggan dikorankan namanya menyebutkan, bahwa dirinya tidak tahu menahu terkait ada atau tidaknya izin dari perusahaan galian C itu.

“Saya disini cuma memuat material dan menurunkan material, kalau untuk izinnya saya tidak tahu. Jangankan izinnya, bosnya saja saya tidak tahu siapa, “ungkapnya, saat dimintai keterangan di sekitar aktivitas galian C ini.

Selain itu, warga sekitar saat ditemui mengatakan bahwa sebelum dibukanya perusahaan galian C ini hingga sudah melakukan kegiatan pengerukan gunung seperti sekarang, warga di Desa Lalampu tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari pihak perusahaan galian C ini.

“Adoh, sedangkan saya juga kaget pas lihat sudah ada alat berat keruk itu gunung. Kalau yang saya ingat, selama ini tidak pernah ada sosialisasi terkait rencana pembukaan perusahaan galian C,”ungkap Randi yang mengaku warga asli Desa Lalampu, saat ditemui di seputaran pemukiman warga Senin kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Fajar mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak mengetahui adanya perusahaan tambang galian C melakukan kegiatan kerukan gunung di Desa Lalampu tersebur.

“Belum ada informasi atau koordinasi dari pihak perusahaan tambang galian C itu ke kami sampai saat ini. Kalau bukan info dari saudara (wartawan Radar Sulteng,red), saya tidak tahu. Nanti kami akan cek dulu,”ungkap Fajar saat dihubungi Senin kemarin (16/4) pada pukul 14.13 wita.(fcb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here