Fanisulistia dan Rifja Indah, Siswi SD yang Raih Juara pada Central Celebes Marathon

0
201

Latihan rutin dan mental juara adalah kunci sukses dua anak asal Kelurahan Petobo meraih podium juara dalam perlombaan lari maraton di Central Celebes Marathon (CCM). Dua Bocah kelas V (lima) SD ini, menyelamatkan muka tuan rumah Kota Palu dengan merebut dua podium lomba lari kategori putri dengan jarak 10 kilometer.

TASWIN, Petobo

Ketua PKK Sulteng Hj Zalzulmida A Djanggola saat meminta foto bersama dengan dua atlet putri asal Kota Palu bernama Rifja Indah ( kanan) dan Fanisulistia usai mendapatkan penghargaan. (Foto: Wahono)

SORAK-SORAI penonton di garis finish pecah. Bukan karena melihat para pelari asal benua Africa yang tiba lebih dahulu di garis finish, melainkan dari kejauhan nampak seorang anak kecil yang juga peserta, berlari tanpa mengenakan sepatu terus mendekat ke garis finish. Tidak jauh di belakangnya, terlihat pula gadis kecil lain, yang juga tanpa mengenakan sepatu mengikuti dari belakang.

Kedua peserta yang diketahui masih berumur 11 tahun itu, akhirnya berhasil menyabet juara dalam iven Central Celebes Marathon (CCM)  yang digelar, akhir pekan lalu, dalam rangka memperingati HUT Provinsi Sulawesi Tengah yang ke 54.  Dua hari sebelum kegiatan dimulai, Radar Sulteng sempat memantau persiapan panitia yang dimana pada kala itu adalah proses registrasi peserta dan pembagian race pack (perlengkapan lari).

Sekitar pukul 09.00 wita  para peserta mulai berdatangan dan langsung berbaris di depan tenda, sesuai dengan jarak tempuh lari yang didaftarakan. Dalam CCM ini terbagai menjadi empat katagori jarak, ada yang 5 kilometer, 10 kilometer, 21 kilometer, serta  42 kilometer, dan tidak ada batas usia untuk mengikuti Iven tahunan ini.

Di barisan peserta yang mengambil jarak tempuh lari 10 Km, terlihat dua siswa beseragam pramuka. Saat melakukan proses registrasi, salah seorang panitia CCM sempat ragu kepada dua anak berseragam pramuka ini, karena meliai jarak yang diambilnya tidak sesuai dengan umur kedua anak tersebut.

“Kalian yakin ini ambil yang jarak 10 Km ?, mampu kamu nanti ini ?,” tanya salah seorang panitia dan disertai anggukan dari dua anak tersebut.

Usai menyelesaikan semua proses regitrasi, wartawan Radar Sulteng menghampiri kedua anak tersebut, saat memperkenalkan diripun mereka sangat malu-malu karena baru kali ini mereka diwawancarai wartawan. Yah merekalah Rifja Indah dan Fanisulistia,  dua gadis cilik yang menyabet juara pada kejuaraan marathon tersebut.

Rifja yang merupakan putri dari pasangan Jafar dan Ati ini, mengaku ikut serta dalam perlombaan CCM ini, atas kemauan sendiri. Sejumlah prestasi di kejuaraan iven lomba lari lainnya, menjadi bekalnya untuk memberanikan diri ikut dalam lomba bertaraf internasional ini. “Tidak ada yang paksa, memang saya mau ikut sendiri, karena memang hoby di  olahraga lari,” kata Rifja.

Sementara itu rekannya, Fanisulistia, putri pasangan Muhammad Faid dan Nining juga berasumsi sama. Bahkan dirinya juga mengatakan, sudah dua minggu terakhir latihan rutin dan mempersiapkan fisik untuk menghadapi lomba lari marathon. “Kita berdua sudah latihan, setiap sore di lapangan dekat sekolah,” ungkap dua siswa SD Inpres Petobo ini.

Di lomba kali ini, kata mereka ada yang berbeda. Sebab di beberapa iven sebelumnya mereka ikuti lomba yang jaraknya 5kilometer dan baru kali ini ikut 10 kilometer. Tapi  itu bukanlah masalah bagi kedua siswa kelas lima ini, dengan tekad yang mereka miliki serta modal juara dari beberapa iven sebelumnya menjadi kunci utama untuk terus berusaha hingga bentangan garis finish mengenai tubuh mereka.

“Karena yang 5 kilomter sudah tutup, jadi kita daftar yang 10 kilomter, untuk menang atau kalahnya kita lihat saja nanti di hari H nya, intinya anak-anak ini sudah berusaha,” ujar Winarman pelatih sekaligus paman dari Fanisulistia.

Di iven sebelumnya, Palu Nomoni Marathon tahun 2017, dengan jarak 5 kilometer, keduanya menyabet juara, Rifja Indah menjadi juara dua dan rekanya Fanisulistia meraih juara ketiga, tentunya bukan hal yang mudah bisa mengalahkan peserta lainya yang usianya jauh lebih tua dari mereka. Minggu (15/4), perlombaan CCM dilangsungkan, kedua anak asal Kelurahan Petobo ini memulai start tanpa mengenakan sepatu melainkan hanya beralaskan kaos kaki.

Seperti dejavu, kejadian di tahun 2017 silam kembali terulang, Rifja Indah meraih juara dua sementara rekanya (Fanisulistia) harus berpuas diri finish di urutan ke lima. Terlihat raut kebahagian dari orang tua serta pelatih mereka melihat usaha yang dilakukan kedua siswa kelas lima ini berbuahkan hasil yang cukup memuaskan, “ Alhamdulillah hari ini mereka bisa menjadi juara,” kata Ati, ibu dari Rifjah.

Tidak hanya orang tua, pihak sekolah pun bangga, atas prestasi yang diraih kedua siswi SDN Inpres Petobo itu. Kepala SDN Inpres Petobo, Adryani mengungkapkan, kedua siswanya ini memanmg dikenal sebagai atlet lari sebab sejak kelas 4 mereka sudah diikutsertakan dalam berbagai kegiatan lari.

Dirinya juga menambahkan, hoby olahraga yang mereka geluti tidak mempengaruhi pelajaran di sekolahnya. Terbukti dari kehadiran mereka berdua dalam kegiatan belajar-mengajar. “ Kalau untuk tanya lebih lanjut mungkin yang berwenang adalah pelatihnya, tapi kalau dari sisi pendidikan mereka, ini sama sekali tidak menggangu pelajaranya, buktinya jalannya saja masih pincang-pincang usai lomba mereka masih datang ke sekolah,” tuturnya.

Kedua anak ini juga menunjukan lapangan bola, yang menjadi tempat latihan mereka untuk mempersiapkan diri mengikuti iven lomba lari, terlihat juga jarak kurang lebih setengah kilo antar rumah mereka dari sekolah dan tempat latihan dan kata mereka jarak tersebut ditempuh dengan berjalan kaki.

“Kalau orang di rumah tidak sibuk biasanya pagi diantar ke sekolah, nanti pulang baru berjalan kaki sama teman-teman yang lain, karena dekat juga dari rumah,”

Hadiah uang yang mereka terima dari perlombaan CCM ini, akan menjadi tabungan untuk mereka kedepanya. Kedua siswa ini juga mengakui, olahraga lari ini adalah olahraga yang mereka gemari sejak kecil, dan berharap bisa menjadi atlet lari nasional bahkan bermimpi bisa mewakili Indonesia di  kejuaran Internasional. “Sudah kita belanjakan sebagian uangnya beli tas, sepatu, sama baju sekolah, sisanya mau ditabung, kedepanya semoga bisa jadi juara lagi,” harap Fanisulistia dan Rifja Indah. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.