Pertandingan Bola di Lapas Petobo Berujung Penikaman

0
295

PALU – Kericuhan terjadi di dalam Lapas Klas II A Palu, pada Minggu (15/4), saat pertandingan sepakbola dalam rangka menyambut HUT Pemasyarakatan. Akibatnya, satu warga binaan (Warbin) Lapas mengalami luka tusuk.

Kasi Lapas Kantor Kemenkumham Sulteng, Abdul Hany mendampingi Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, Iwan Kurniawan, saat memberikan penjelasan terkait pertikaian yang terjadi didalam Lapas Kelas II A Petobo gunakan Sajam. (Foto: Wahono)

Saling serang antar warga binaan itu terjadi, bermula dari dalam lapangan pertandingan, di mana dua kubu yang bertanding, yang merupakan Warbin antar blok itu, terlibat perselisihan. Situasi ini pun, meluas hingga ke pinggir lapangan. Saling pukul dan lempar batu tidak bisa dicegah.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, Iwan Kurniawan, mengakui bahwa pertikaian yang terjadi di Lapas Klas II A Palu yang mengakibatkan Warbin mengalami luka, berawal dari pertandingan sepak bola. “Kalau persoalan pertikaian saat pertandingan sepak bola biasa terjadi, dengan kejadian tersebut Kemenkumham sudah mengambil langkah-langkah, kepada Warbin yang terluka dirawat di rumah sakit untuk diobati sesuai prosedur,” katanya, Senin (16/4) saat ditemui di Hotel The Sya Palu.

Iwan, menyampaikan bahwa akan mengantisipasi adanya oknum yang menginginkan pertikaian akan terus berlanjut, atau yang menunggangi ini untuk kepentingan lain untuk diantisipasi. “Kalau diketahui ada provokator tentunya akan kami ambil tindakan, seperti memindahkan provokator itu dari Lapas lainnya yang ada di Sulteng,” ungkapnya.

Kepala Divisi Pemasayarakatan (Kadiv) Kanwil Kemenkumham Sulteng, Abdul Hany menjelaskan, bahwa adanya senjata tajam (Sajam) dimungkinkan berasal dari alat dapur, atau kurang jeli pengawasan dari petugas sehingga barang tersebut dapat dikuasi dalam Lapas.

“Seharusnya barang seperti itu (Sajam, red) memang tidak boleh masuk dalam Lapas, namun pengawasan petugas yang lengah. Itulah yang membuat kami akan kembali mencermati dan melakukan pemeriksaan lebih ketat lagi,” tambahnya.

Sementara Kapolsek Palu Selatan, Kompol Malsukri Raja menyampaikan, sekitar pukul 17.40 wita telah terjadi perkelahian antar napi di Lapas Klas I A Palu, yang menyebabkan tiga orang Warbin menjadi korban dan saat ini telah berada di RS Samaritan. Korban masing-masing ; Willem Isak (23) mengalami luka di bagian kepala belakang karena pukulan batu, bagian wajah karena pukulan batu, Ardiansyah (25) mengalami luka tusuk oleh Warbin lain dari arah belakang dengan menggunakan benda tajam (pisau) mengenai tubuh bagian belakang, Sigit (22) luka di bagian kepala belakang akibat pukulan benda keras, luka tusukan kaki sebelah kanan, luka memar di tangan sebelah kanan dan luka memar di bagian leher sebelah kanan.

“Barang bukti yang diamankan satu buah kapak, dua buah badik, sebilah pisau rakitan dari gunting, salah satu napi bernama Yusak atas permintaan Kakanwil Kemenkumham Sulteng menitipkan ke sel tahanan Polsek Palsel untuk sementara, sambil menunggu pemindahan ke Lapas lain,” katanya.

Kapolsek juga menyarankan, kepada Kalapas untuk melakukan penertiban barang tajam seperti besi-besi bekas dan sendok yang berpotensi dijadikan barang tajam oleh Napi. “Anggota kami telah stand by 3 personel di Lapas untuk back up pengaman di Lapas,” kata Malsukri. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.