Walhi Dorong Polri Selidiki Pabrik Aspal di Sunju

0
235

PALU – Pembangunan Pabrik Asphalt Mixing Plant (AMP) yang diketahui milik PT Berkat Maribe Jaya, yang terletak di Desa Sunju, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, yang belum memiliki izin dari Pemkab Sigi, mendapat tanggapan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Bangunan Pabrik AMP milik PT Berkat Maribe Jaya, yang terletak di Desa Sunju, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Selasa (10/4). (Foto: Nendra Prasetya)

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah (Sulteng) Aries Bira mengatakan jika benar ada perusahaan yang tak mengantongi izin tata ruang, hal itu bisa berakibat fatal.

“Jika benar ada pelanggaran tata ruang maka pihak kepolisian harusnya mulai melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Dengan adanya informasi tersebut, kata Aris, Walhi juga akan mendalami dan mempelajari apa-apa saja yang bermasalah pada pembangunan pabrik Asphalt Mixing Plant (AMP) Kabupaten Sigi.

Menurut Aries, dalam Undang-undang untuk permasalahan terkait perizinan tata taung sudah ada sejak 11 tahun yang  lalu atau tahun 2007, dengan demikian sebenarnya sudah acuan aparat hukum untuk melakukan penyelidikan.

“Berdasarkan undang-undang nomor 27 tahun 2007 tentang  tata ruang, ada sanksi atau pasal pidana bagi siapa saja yang beraktifitas  atau melakukan tindakan yang melanggar tata ruang,” ujarnya.

Untuk diketahui, pabrik yang dibangun di lahan yang seharusnya diperuntukan pertanian basah milik warga ini, berdiri tanpa adanya izin kesesuaian tata ruang.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sigi Nomor 21 Tahun 2011, bahwa tidak dibolehkan adanya pembangunan gedung di atas lahan pertanian basah di kawasan Kabupaten Sigi. Ini bertolak belakang dengan yang dilakukan oleh Pabrik Asphalt Mixing Plant (AMP). Pabrik tersebut malah melakukan pembangunan di lahan tersebut dan hal itu tentu sudah melanggar. (cr1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.