Diburu 12 Jam, Bandar Narkoba Ditembak

0
370

TOLITOLI – Meski berkali-kali digagalkan,  pelabuhan Dede Tolitoli ternyata masih menjadi sarana favorite bagi bandar maupun pengedar Narkoba jenis sabu masuk di daerah yang pernah tersohor penghasil cengkeh ini.

barang bukti sabu seberat 1 kilogram, yang dibawa oleh Wahyudi, warga Kabupaten Nunukan. (Foto: Humas Polres Tolis)

Terbukti pada Rabu (18/4) sekitar Pukul 02.00 dini hari kemarin, Sat Narkoba Polres Tolitoli berhasil mengamankan Narkoba jenis sabu seberat 1 Kilogram saat melakukan pemeriksaan rutin saat KM Bukit Siguntang berlabuh di Pelabuhan Dede Tolitoli.

Meski berhasil mengamankan barang bukti, tersangkanya sempat kabur dan berhasil ditembak setelah 12 jam menjadi buronan. Tersangka berhasil dilumpuhkan di Terminal Bumi Harapan sekira pukul 14.00 Wita, di Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, di sela deru debu dan ramai calon penumpang tujuan Palu dan daerah lain di Sulawesi Tengah.

Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alquddusi SIK menjelaskan barang haram tersebut ditemukan pihaknya saat satu persatu barang milik penumpang yang mulai turun diperiksa secara ketat.

” Kemungkinan pemilik barangnya kabur setelah mengetahui ada pemeriksaan dari aparat. Kemudian barang haram tersebut ditinggal,” terang Kapolres.

Diceritakannya, curiga dengan kondisi barang bungkusan berupa kardus berisi ikan asin dan dua bungkusan besar dan sebuah bungkusan kecil tersebut,  petugas pun kemudian melakukan pembongkaran.

” Setelah dibuka, bungkusan pertama besar isinya 10 paket, kemudian bungkusan kedua besar isinya 10 paket lagi. Dan terakhir bungkusan kecil isi 1 paket. Jadi totalnya ada 21 paket yang diperkirakan berat kotor total 1050 gram atau sekitar 1 Kilogram, ” jelas mantan Kasudit Regident Ditlantas Polda Sulteng itu.

Kapolres Iqbal mengakui meski berhasil mengamankan barang haram tersebut, pemiliknya sempat melarikan diri dan tidak ditemukan di sekitar TKP. Berbekal keterangan empat orang saksi yang sempat melihat pemilik barang haram tersebut,  Sat Narkoba Polres Tolitoli melakukan pengembangan.

Pihaknya menurut Kapores kemudian melakukan pengecekan satu persatu manifest penumpang,  dan  dilanjutkan meminta keterangan kepada saksi menyangkut ciri maupun data lain terhadap pemilik barang.

” Berbekal pengakuan seorang ibu yang pernah meminjamkan handphonenya kepada pelaku saat di atas kapal, diketahuilah identitas tersangka dan kemudian dilakukan pencarian, ” jelasnya lagi.

Setelah mendapatkan informasi keberadaan tersangka, siang harinya sekitar pukul 14.00 Wita atau sekira 12 jam dilakukan pencarian, lanjut Kapolres Tolitoli yang turun langsung bersama Kasat Narkoba, akhirnya mendapati tersangka di terminal Bumi Harapan Kelurahan Baru.

Masih kata Kapolres Iqbal, diduga mengetahui kehadiaran anggotanya, tersangka mencoba kabur dan berupaya melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Akhirnya, petugas menghadiahi timah panas pada betis kaki kanan sebagai upaya melumpuhkan perlawanan.

Tersangka yang diketahui bernama Muhammad Nur Wahyudi ini merupakan warga Nunukan yang berdomisili di jalan Jemaker RT.03 Kelurahan Nunukan barat Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

Saat dilumpuhkan,  tim Satnarkoba Polres Tolitoli, juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone,  sebuah tas selempang kecil warna hitam berisi dompet dan uang tunai sejumlah Rp400.000 serta KTP.

Saat ini menurut orang pertama di Polres Tolitoli itu, tersangka masih dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Mokopindo Tolitoli untuk memulihkan luka tembak.

‘’Jika kondisinya sudah memungkinkan,  tersangka akan kami periksa secara intensif, guna mengembangkan kasus ini, ” tandas Kapolres didampingi Wakapolres Nur Asjik.

Kapolres Iqbal menambahkan, dugaan sementara sabu berasal dari negeri tetangga Malaysia, dan dibawa oleh tersangka dari Tarakan dengan sasaran edar di sejumlah daerah di Sulteng.

“Diduga barang haram tersebut dibeli di Tarakan. Dan sepertinya cukup mudah mendapatkannya. Apalagi, Tarakan jalur jaringan pengedar narkoba internasional,” sebutnya.

Berkat keberhasilan mengungkap bandar narkoba masuk ke wilayahnya kerjanya, Kapolres Iqbal akan memberikan penghargaan kepada saksi MM-yang telah membantu polisi mengungkap upaya peredaran narkoba di Tolitoli.

‘’Pintu Pelabuhan Dede ini selalu menjadi sasaran primadona jaringan pengedar narkoba, komitmen kami akan terus berupaya memberantas narkoba sekuat mungkin, terutama di pintu-pintu laut, udara dan darat. Kerja sama masyarakat dengan memberikan informasi juga sangatlah penting,” tegas Kapolres kepada Radar Sulteng.(yus/dni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.