Ditemukan 54 Pasien Rabies di Puskesmas Birobuli

0
252

PALU – Rabies juga disebut penyakit anjing gila merupakan penyakit infeksi akut pada sebuah susunan saraf pusat atau otak yang disebabkan masuknya virus rabies yang merusak jaringan saraf pada otak.

Ilustrasi (@infonawacita.com)

Penyakit ini pun adalah kelompok penyakit infeksi yang ditularkan oleh hewan ke manusia melalui gigitan hewan penular rabies (GHPR) seperti anjing, musang, kucing, anjing liar dan kera.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Royke menjelaskan selama tahun 2017 berdasarkan data yang masuk ke Dinas Kesehatan Kota Palu, ada sekitar 54 orang penderita rabies yang terdeteksi di Puskesmas Birobuli. Tiga di antaranya meninggal dunia, disebabkan terlambatnya penderita mendapatkan pertolongan pertama pada kecelakaan.  Yang mana seharusnya setelah terkena gigitan hewan, secepatnya memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama jika benar hewan yang mengigit itu adalah hewan rabies.

“Dari 54 kasus tersebut rata-rata semua pasien itu mengalami luka gigitan anjing liar yang terinfeksi rabies,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Penyakit Rabies tersebut juga dapat menular melalui jilatan hewan liar yang terinfeksi rabies kepada manusia yang memiliki luka dipermukaan tubuhnya kemudian terkena jilatan anjing tersebut. Kadinkes Kota Palu itu pun mengungkapkan, jika ada masyarakat yang secara tidak sengaja digigit oleh hewan baik itu peliharaan atau liar maka disarankan agar segera memberikan pertolongan pertama yaitu dengan membawanya ke klinik, puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk diambil tindakan medis. “Kalau ada masyarakat kena gigitan anjing atau kucing, segera ke puskesmas atau rumah sakit untuk diperiksa dan diberikan obat semacam anti body seperti itu,” katanya.

Masih kata dr royke, pertolongan pertama juga dapat dilakukan dengan dengan mencuci luka gigitan menggunakan sabun selama 15 menit kemudian memberikan antiseptik pada luka gigitan atau menggunakan alkohol 70% dan terakhir membawa penderita ke puskesmas atau rumah sakit. Ia juga menyebutkan beberapa gejala serta tanda penderita atau masyarakat yang terkena rabies diantaranya demam, mual, rasa nyeri ditenggorokan, gelisah, takut air, takut cahaya, dan air liur yang berlebihan. “Gejala paling kelihatan itu penderita paling takut air dan cahaya,” ujar Kadinkes Palu.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada lagi dengan hewan liar yang dijalanan dan terus menyampaikan kepada pemilik hewan peliharaan seperti anjing dan kucing untuk memvaksin hewannya setahun sekali agar hewan tersebut tidak terjangkit penyakit Rabies yang mana dapat menularkan kepada manusia. “Kalau ketemu dan melihat anjing dan kucing liar baiknya menghindar karena kita tidak mengetahui apakah hewan itu rabies atau tidak,” imbaunya. (slm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.