Jalan Mepanga-Pasir Putih Bukan Longsor Tapi Pelebaran Jalan

0
445

PARIMO – Dinas Bina Marga Sulteng, mengklarifikasi dugaan longsor yang terjadi di poros jalan Mepanga-Pasir Putih, salah satu jalan strategis di Sulteng yang menghubungkan dua kabupaten yaitu Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dengan Kabupaten Tolitoli.

Kadis Bina Marga Syaifullah Djafar (kanan) dan PTK proyek jalan Mepanga-Pasir Putih, Syaiful (kiri). (Foto: Istimewa)

“Sebenarnya bukan longsor itu, yang diduga terjadi di Km 8. Tetapi kami sedang mengerjakan peningkatan jalan, yaitu melakukan pelebaran jalan dari 6 meter, dilebarkan menjadi 9 meter hingga 11 meter, “ jelas Kepala Dinas Bina Marga Sulteng Ir Syaifullah Djafar, melalui Pejabat Penanggungjawab Teknis Kegiatan (PRTK) Dinas Bina Marga Sulteng, Syaiful ST,  kepada Radar Sulteng, Jumat (20/4).

Syaiful memaparkan, proyek peningkatan jalan dengan nama proyek peningkatan jalan Mepanga-Pasir Putih sejauh 10 km itu menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2018. Saat itu, Selasa lalu (17/4), ketika wartawan Radar Sulteng melewati jalan itu hujan baru saja reda, sehingga kondisinya licin, apalagi hendak menurun dari pasir putih ke arah Desa Mensung Kota Raya Parimo.   “ Kalau hujan memang kondisinya akan licin. Adapun tanah buangan disekelilinya nyaris terlihat seperti longsoran, “ ujar Syaiful.

Dikatakannya, pada paket proyek ini pihaknya masih melakukan penanganan-penanganan secara maksimal di tahun 2018 ini.  Termasuk pelebaran-pelebaran yang saat di cutting (tanah gunung yang dikeruk atau dipotong)  kerap menyulitkan warga yang melewati poros jalan tersebut. Sisa cutingan itu kemudian dibersihkan oleh para pekerja.

“Selanjutnya cutingan-cutingan yang tersisa sudah dibersihkan oleh pekerja kami. Sehingga jalan kembali bersih, dan arus lalulintas bisa lancar  melewati jalan itu, “ tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  jalur Mepanga-Pasir Putih tidak bisa dilewati sekitar pukul 11.00 wita, pada Selasa (17/4). Banyak kendaraan terpaksa harus antre dari arah Tolitoli menuju Palu. Sebaliknya, dari arah Palu menuju Tolitoli memilih balik kanan, kecuali yang terjebak kemacetan. Mobil yang ingin melewati jalur licin tersebut terpaksa harus ditarik oleh warga dan pekerja yang kebetulan berada di TKP.(mch)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.