Lima Menit Take Off, Helikopter PT.IMIP Jatuh

0
375
Bangkai helikopter yang jatuh di Pos II PT. IMIP Site Morowali diberi garis polisi dan menunggu hasil investigasi dari pihak KNKT serta Safety PT. IMIP Site Morowali. (Foto: Moh. Faisal/Radar Sulteng)

MOROWALI – Sebuah Helikopter yang dicarter PT.IMIP Site Morowali dari perusahaan penerbangan  bernama White Sky Avition (WSA), mengalami insiden mengenaskan. Saat terbang di udara helikopter yang dipiloti oleh Rudi (42) jatuh di kawasan Industri milik PT. IMIP Site Morowali pada Jumat kemarin (20/4).

Dari informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP) Jumat kemarin, awalnya Helikopter berpenumpang enam orang asal Negara Tiongkok terbang dari Helipet milik PT. IMIP Site Morowali sekitar pukul 09.15 wita.

Namun, lima menit kemudian tepatnya pukul 09.20 wita Helikopter yang dicarter PT. IMIP Site Morowali dari sebuah perusahaan penerbangan bernama WSA tersebut hendak mendarat ulang namun justru mengalami nasib naas.

‘’Belum capai ketinggian yang cukup jauh, Helikopter tersebut diduga mengalami gangguan mesin sehingga menyebabkan helikopter itu balik lagi dan jatuh tepat di Pos II milik PT. IMIP Site Morowali,’’ ujar  salah seorang security di lokasi kejadian.

Security PT. IMIP Site Morowali bernama Kadek Dedi H  itu menjelaskan, sebelum helikopter tersebut jatuh dirinya melihat salah seorang karyawan PT. IMIP Site Morowali bernama Aris Heni Irawan (23) berada di lokasi jatuhnya helikopter.

“Saya lihat, pas helikopter itu jatuh, satu orang karyawan (Aris Heni Irawan,red) ada di dekat helikopter itu. Teman-temannya begitu lihat helikopter mau jatuh, langsung lari semua. Sementara  korban Aris, masih mau buka sepatu dan sempat melompat ke sebelah pagar. Tapi naas terkena baling-baling helikopter yang terlempar. Makanya sebagian badannya terbelah dan kakinya juga terputus,” ungkapnya saat diwawancarai Radar Sulteng di sekitar TKP Jumat kemarin.

Sementara itu, Koordinator Komuniti Relation PT. IMIP Site Morowali Thomas Deny Bintoro mengatakan bahwa ke enam penumpang asal Warga Negara Asing (WNA) yang masing-masing Xi Lai Wang (56), Yan Yun (32), Di Yi Fei (28), Guan Kejang, Zhao Yipu dan Gui tersebut mengalami luka ringan akibat kecelakaan jatuhnya Helikopter.

“Tujuan ke enam WNA itu datang ke PT. IMIP ini yaitu, hanya untuk melihat kegiatan yang ada dalam kawasan Industri PT. IMIP dan mencari tahu terkait hasil imvestasi warga mereka (China) di sini,” ungkpanya.

Terpisah Koordintor Media Relation PT. IMIP Site Morowali Dedy Kurniawan mengatakan sebelum terjadi musibah, helikopter itu baru lepas landas dari Helipet PT. IMIP Site Morowali dan hendak berangkat ke salah satu bandara di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tujuan mengantar ke enam WNA untuk terbang pulang ke kampung halamannya di Negara Tiongkok.

“Ke enam WNA yang menjadi korban dalam insiden jatuhnya helikopter ini, berstatus hanya sebagai tamu di perusahaan PT. IMIP Site Morowali. Mereka adalah kru dari salah satu rumah produksi di China, yang mendapat tugas mengambil video dukomenter di kawasan Industri ini. Sementara dua korban lainnya yaitu satu Pilot (Rudi,red), dan Delita Hasiolan Gulo yang mana bertugas sebagai Engine Masines. Helikopter jatuh, sekitar lima menit usai take of dari Helipet milik PT. IMIP Site Morowali,’’ ujar Dedi.

Terkait dugaan tamu ke enam korban asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia secara ilegal, Dedy Kurniawan membantahnya. Dedy sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa ke enam WNA yang menjadi korban masuk ke Indonesia secara legal.

“Untuk ilegal tidak. Ke enam WNA itu masuk ke Indonesia hingga tiba di perusahaan PT. IMIP ini, memiliki visa kunjungan dan mempunyai paspor. Intinya, mereka masuk ke Indonesia sesuai prosedural dan sama sekali tidak ilegal,” tegasnya.

Dedy menambahkan, bahwa helikopter yang jatuh tersebut hanya satu-satunya helikopter yang berada dalam kawasan industri PT. IMIP Site Morowali. Dan selama ini kata Dedy, helikopter tersebut hanya digunakan sebagai operasional udara oleh setiap Manajemen PT. IMIP Site Morowali.

“Untuk jam terbang pilot yang kemudikan helikopter ini, jelas punya pengalaman. Tidak mungkin, tidak ada lisensi bisa jadi pilot, karena si pilot itu mengikuti sekolah pilot,” tururnya.

Untuk salah satu karyawan PT. IMIP Site Morowali bernama Anis Heri Irawan yang menjadi korban jatuhnya helikopter kata Dedy, bahwa pihak perusahaan bertanggung jawab secara keseluruhan sesuai prosedur yang sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk dilaksanakan.

“Mulai dari biaya pemakaman hingga biaya lainnya, pihak perusahaan akan bertanggung jawab. Dan mewakili pihak perusahaan PT. IMIP Site Morowali, kami mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban atas insiden yang dialami oleh korban ini,”akunya.

Sementara Kapolres Morowali AKBP Dadan Wahyudi ditemui di lokasi kejadian mengatakan, dari informasi sementara yang dia dapatkan melalui anggotanya menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan penumpang helikopter tersebut sebenyak delapan orang.

“Seluruh penumpang heli sebanyak delapan orang termasuk pilot selamat dan hanya mengalami luka-luka. Untuk dugaan bahwa ke enam WNA itu masuk ke Indonesia secara ilegal, tunggu hasil pemeriksaan.  Terkait penyebab jatuhnya helikopter ini, Kapolres Dadan mengaku masih menunggu hasil investigasi dari pihak KNKT dan pihak Safety perusahaan  yaitu, PT. IMIP Site Morowali. (fcb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.