Butuh Enam Bulan Pastikan Penyebab Kecelakaan Helikopter IMIP

0
197
Tim KNKT saat melakukan investigasi di seputaran bangkai Helikopter Bell 249 Ranger pada Sabtu kemarin (21/4). (Foto: Istimewa)

MOROWALI– Insiden tragis jatuhnya  sebuah Helikopter Bell 249 Ranger, Jumat (20/4) belum lama ini, hingga saat ini masih menjadi misteri. Pasalnya, usai kejadian yang menewaskan seorang karyawan PT. IMIP Site Morowali bernama Aris Heni Irawan tersebut belum diketahui pasti apa penyebab terjadinya kecelakaan ini.

Terkait insiden jatuhnya pesawat yang memuat enam Warga Negara Asing (WNA) dan satu Pilot serta satu Angine Machine tersebut, tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi di tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu kemarin (21/4).

Dalam proses investigasi ini, tim KNKT bekerjasama dengan Dirjen Perhubungan Udara serta pihak White Sky Aviation (WSA) selaku pemilik dan operator Helikopter Bell 249 Ranger yang jatuh tepat di Pos II kawasan industri PT. IMIP Site Morowali yang berada Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Jumat (20/4).

Dalam kegiatan konferensi pers yang difasilitasi oleh pihak PT. IMIP pada Sabtu kemarin, ketua tim KNKT Nurcahyo Utomo menjelaskan bahwa pihaknya bersama tim Dirjen Perhubungan Udara dan WSA belum bisa memberikan keterangan terkait penyebab jatuhnya Helikopter Bell 249 Ranger ini.

“Seluruh badan pesawat termasuk mesin, baling-baling, rotor dan sistem komputer sudah kami periksa. Namun, untuk penyebab kecelakaan belum bisa kami simpulkan,”ungkapnya.

Nurcahto Utomo menambahkan, bahwa pihaknya bisa menyimpulkan penyebab terjatuhnya Helikopter Bell 249 Ranger yang dicarter PT. IMIP Site Morowali dari pihak WSA tersebut usai mereka melakukan pemeriksaan di kotak hitam milik Helikopter yang merenggut nyawa seorang karyawan PT. IMIP Site Morowali tersebut.

“Kami baru bisa mengetahui penyebab kecelakaan ini, jika sudah mendapatkan informasi dari kotak hitam yang berada dalam Helikopter tersebut. Kotak hitam itu, sudah kami amankan dan akan dibawa ke Jakarta untuk diteliti. Proses investigasi kotak hitam ini, memakan waktu yang cukup lama kurang lebih enam bulan lamanya,”jelasnya.

Sementara itu, ketua tim WSA selaku pemilik dan operator Helikopter Bell 249 Ranger yang mengalami kecelakaan tersebut bernama Bambang Soekamto menjelaskan bahwa Helikopter yang terjatuh itu dicarter PT. IMIP Site Morowali dari 2015. Bambang Soekamto menambahkan, selama PT. IMIP Site Morowali mencarter Helikopter tersebut tidak pernah terjadi kendala dalam pengoperasiannya.

“Helikopter Bell 249 Ranger ini, buatan tahun 2014. Selama dicarter, proses Maintenance Helikopter itu dilakukan setiap 50 jam penerbangan. Jadi, selama ini tidak pernah terjadi kendala dalam penerbangan,”tegasnya.(fcb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.