Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp40 Ribu Per tabung

0
158

PALU – Masyarakat kembali mengeluh dengan kelangkaan elpiji 3 Kg. Kalau pun ada, harganya juga kian mencekik. Dari penelusuran media ini, Senin kemarin (23/4), harga elpiji 3 Kg sudah mencapai Rp40 ribu dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp16 ribu.

Ilustrasi elpiji 3 Kg. (Foto: Mugni Supardi)

Dari penelusuran, hampir semua pangkalan elpiji yang didatangi, mengaku bahwa stok kosong. Bahkan kekosongan stok, sudah beberapa hari. Kalau pun ada droping, jumlahnya juga terbatas, sehingga tidak bisa melayani semua permintaan masyarakat.

Kelangkaan gas untuk masyarakat miskin dan dikenal juga dengan istilah gas melon itu, diakui, Iin Hermiwin. Mahasiswa Untad ini, mengaku sudah empat hari dia berkeliling mencari gas, namun baru kemarin dia dapatkan di salah satu kios pengecer. Itu pun harganya sudah sampai Rp40 ribu.

“Empat hari saya datangi beberapa agen, semuanya mengaku kosong sejak beberapa hari. Saya datangi kios yang juga biasa tukar gas, semuanya mengaku kosong. Jadi empat hari ini, saya terpaksa memasak pinjam gas teman, supaya bisa makan,” keluh Iin, ditemui di kios tempat penukaran gas, sore kemarin (23/4).

Harga tukar gas 3 Kg sudah mencapai Rp40 ribu, juga membuat Iin kaget. Ketika ditanyakan ke pemilik kios, dengan santainya dia mengatakan, bahwa dia juga mendapatkan gas tersebut dengan harga selangit. “Maaf de, bukan mau saya kasih naik harga gas, karena saya belinya mahal, makanya saya juga jualnya mahal. Saya hanya ambil untung dua ribuan saja ini dek,”kata pemilik Kios.

Ditanya darimana dia dapatkan gas 3 Kg, pemilik kios yang malu-malu menyebutkan namanya itu, enggan untuk mengungkapkan. Namun dia tegas menjawab, bahwa dia bukan agen penyalur gas.

Iin menduga, bahwa kelangkaan gas saat ini, kemungkinan karena mendekati puasa, sehingga terjadi permainan di tingkat pengecer, yang sengaja menyimpan gas, sehingga terjadi kelangkaan dan saatnya nanti, atau menjelang puasa, gas akan dijual lebih mahal, karena stoknya lagi kosong.

“Atau mungkin saja strategi pemerintah, supaya masyarakat beralih ke gas 5,5 Kg, sebab buktinya, gas 3 kg langka, tapi gas 5,5 kg banyak dijual. Kita hanya bisa menduga-duga, sebab sampai saat ini pun, pemerintah dan Pertamina, tidak ada sedikit pun beri penjelasan. Atau mungkin mereka tidak merasa, apa yang kami alami saat ini,”tandas Iin, sambil menenteng gas yang baru saja dibelinya dengan harga Rp40 ribu, atau hampir setengah dari nilai tukar gas 5,5 kg.(hnf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.