Banjir dan Longsor, Puluhan Rumah Terendam di Banggai

0
197

BANGGAI – Sejak Selasa (24/4) malam hingga Rabu (25/4) pagi kemarin, hujan deras turun merata di seluruh wilayah kabupaten Banggai. Tidak hanya kota Luwuk, tapi semua desa di 23 kecamatan mendapatkannya.

Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Banggai membuat ratusan rumah terendam air dan arus lalu lintas darat lumpuh akibat terjadi tanah longsor. (Foto: istimewa)

Akibat hujan deras semalaman, ratusan rumah di beberapa desa terendam air dan arus lalulintas darat dari Luwuk menuju Kecamatan Pagimana lumpuh, akibat terjadi tanah longsor di dua desa.

Dari pantauan koran ini di seluruh wilayah kabupaten Banggai, seperti di Desa Resarna, Kecamatan Balantak Selatan, terdapat beberapa rumah terendam air setinggi lutut orang dewasa. Salah satu bangunan yang terendam air hujan adalah Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

Koordinator BPP Kecamatan Balantak Selatan, Jumardin Latuba yang dihubungi koran ini membenarkan halaman kantornya terendam air. Kendati demikian, hal itu tidak mengganggu aktifitasnya sehari-hari, karena air tidak merembes ke dlaam bangunan. “Iya, saya pe halaman kantor tertutup air hujan,” katanya.

Demikian hal yang terjadi di Desa Bahari Makmur, Kecamatan Lamala. Setiap hujan deras, pasti desa yang terkenal dengan nama Panta Bebe itu, langganan banjir. Ketua Panwas Kecamatan Lamala, Misna Hambali kepada koran ini mengatakan, selain ada kurang lebih 20 rumah penduduk yang terendam air, arus transportasi saat melintasi jalan itu pun terputus akibat air meluap ke badan jalan raya. sehingga siapa saja yang melintas jalan tersebut, pasti akan berhati-hati.

“Setiap hujan deras, pasti desa ini menjadi langganan banjir dan airnya meluap hingga menutupi badan jalan,” ucap Misna, yang juga anggota Tagana Kabupaten Banggai.

Hal senada dikatakan Camat Batui Selatan, Muchsin. Menurut dia, ada dua desa di kecamatan yang dipimpinnya terendam air. Kedua desa tersebut, desa Sukamaju I dan desa Ombolu.

“Dua desa ini memang berada di dataran bagian bawah, sehingga saat hujan deras turun, pasti dua desa ini terisolir akibat adanya genangan air banyak di jalan raya seperti saat ini,” ujar  Muchsin.

Kendati ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, tapi Muchsin selaku kepala kecamatan memaksanakan mobil dinasnya melintas di jalan tersebut, karena pagi kemarin, ada belasan siswa SMP yang harus mengikuti ujian nasional di Desa Bone Balantak.

“Demi masa depan generasi muda, saya paksakan mobil dinas camat melintas diderasnya air yang menutupi jalan masuk desa Sukamaju I. hal ini karena ada belasan anak SMP yang harus mengikuti ujian nasional,” katanya.

Ternyata hujan deras juga turun di wilayah Kecamatan Pagimana. Di sana ada dua titik yang menjadi lokasi tanah longsor yakni di desa Taloyon dan desa Sepa. Tanah, batu, pohon, kayu dan material lainnya berhamburan di jalan trans sulawesi tersebut. Kendati nanti tengah hari alat berat tiba di lokasi kejadian, tapi saat ini arus lalu lintas sudah kembali normal. (stv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.