Waspada, Ruas Jalan Luwuk-Pagimana Rawan Longsor

0
334
Para pengedara bermotor sebaiknya waspada saat melewati ruas jalan Luwuk-Pagimana dan sebaliknya. Saat ini kondisi jalan di desa Taloyon dan desa Sepa sering terjadi tanah longsor seperti yang tampak pada gambar di atas. (Foto: Istimewa)

BANGGAI – Sepertinya para pengendara bermotor yang akan melintas di ruas jalan Luwuk–Pagimana atau sebaliknya, harus waspada. Sebab dua hari terakhir, ruas jalan Trans Sulawesi itu mengalami tanah longsor dan menutupi badan jalan.

Kendati pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Banggai sudah berupaya melakukan pembersihan dan pembukaan jalan dengan mengunakan alat berat, namun hal itu tidak bisa dijadikan sebagai jaminan, sebab di sana hujan masih turun.

Camat Pagimana, Sumitro Balahati mengaku, kondisi alam di wilayah kerjanya tidak bisa dibaca oleh manusia. Sebab pada siang hari, langit tanpa awan alias panas, sementara malamnya awan tebal sudah menutupi kecamatan itu hingga turun hujan. “Cuaca di Kecamatan Pagimana tidak bisa dibaca, siang hari panas, malamnya hujan,” tutur Sumitro.

Dengan kondisi cuaca seperti itu, dia berharap kepada dinas terkait agar dapat menempatkan alat berat di beberapa titik rawan longsor, seperti di Desa Taloyon dan Desa Sepa. Apalagi lanjut dia, saat ini di dua desa tersebut sedang dilakukan pekerjaan pelebaran jalan oleh dinas PUPR Provinsi Sulawesi Tengah.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banggai, Bambang Eka Sutedi kepada Radar Sulteng disela-sela pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di alun-alun Bumi Mutiara Luwuk, Kamis (26/4) kemarin mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan dinas PUPR Provinsi Sulawesi Tengah dan perusahaan yang mengerjakan pelebaran jalan ruas jalan Luwuk-Pagimana. Hasilnya, alat berat telah di lokasi dan sedang melakukan pembersihan dan pembukaan jalan pasca tanah longsor di Desa Taloyon dan Desa Sepa.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas provinsi dan perusahaan yang mengerjakan perbaikan dan pelebaran jalan tersebut. Alhasil, alat sudah di lokasi dan terus melakukan pembenahan dan perbaikan agar tidak terjadi macet,” ucapnya.

Kendati arus lalu lintas dari dan menuju kota Luwuk sudah kembali normal, namun dirinya berharap agar para pengendara bermotor yang melintas di daerah tersebut untuk tetap waspada, agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.

“Kendati sudah dibersihkan jalannya, tapi para pengendara bermotor tetap waspada, sebab cuaca di Luwuk masih belum stabil sebagaimana yang diharapkan,” pintahnya.

Sementara itu, dari pantauan koran ini di dua lokasi tersebut, arus lalu lintas dari dan menuju Luwuk sudah kembali normal dan alat berat masih melakukan pelebaran jalan dan pembersihan puing-puing tanah dan lumpur pasca tanah longsor. Sementara cuaca masih belum mendukung, sehingga kemungkinan besar tanah longsor susulan akan kembali terjadi.(stv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.