TAJUK | Tim Seleksi Anggota Bawaslu Perlu Maksimalkan Sosialisasi

0
240

REKRUTMEN penambahan anggota Bawaslu Sulteng masa tugas 2018-2023 saat ini kembali dibuka. Tim seleksi yang dibentuk Bawaslu RI kini sedang menyiapkan tahapan seleksi. Dua anggota baru yang akan direkrut untuk menambah keanggotaan Bawaslu Sulteng yang saat ini masih berjumlah tiga orang.

Penyelenggara Pemilu mensyaratkan dua hal dasar yang saling tidak terpisahkan. Kompetensi dan integritas. Tim seleksi bekerja untuk menemukan figur-figur yang memiliki dua hal ini sekaligus. Menemukan figur dimaksud bukan hal yang mudah. Kesulitannya bukan karena kita minus figur-figur yang kompeten dan berintegritas tapi sejumlah syarat dan moment saat ini relatif berpengaruh.

Syarat dimaksud adalah ketentuan pemberhentian sementara terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) jika menjabat sebagai penyelenggara Pemilu ( KPU maupun Bawaslu). Syarat ini sebetulnya positif dari aspek profesionalitas. Namun pada saat yang sama,  syarat ini membatasi ruang bagi ASN maupun akademisi berstatus ASN untuk terlibat dalam proses rekrutmen. Padahal menjadi pengetahuan umum bahwa dari aspek kompetensi, mereka yang berlatar belakang kampus relatif memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup dapat diandalkan.

Adapun moment yang dimaksud, yakni pada saat bersamaan sedang berlangsung rekrutmen calon anggota KPU kabupaten/kota di Sulteng. Bahkan proses rekrutmen calon anggota KPU Sulteng periode 2018-2023 juga belum final. Masih dalam tahap 10 besar menunggu fit and proper test dari KPU RI. Dengan momentum bersamaan seperti ini, membuka peluang yang lebih luas terhadap warga negara yang berminat menjadi penyelenggara Pemilu. Terjadi penyebaran untuk yang mendaftar di KPU (provinsi, kabupaten, dan kota) dan Bawaslu.

Dengan kondisi sebagaimana dipaparkan di atas maka tim seleksi harus proaktif melakukan sosialisasi. Kelompok-kelompok masyarakat potensial seperti kampus, NGO, pegiat perempuan, dan lainnya tetap perlu diajak untuk terlibat. Termasuk para komisioner KPU kabupaten/kota yang sudah dua periode menjabat tapi tidak berhasil dalam seleksi KPU Sulteng.

Selain memaksimalkan sosialisasi, tim seleksi harus pula menjamin dan memastikan bahwa mereka akan bekerja mandiri dan profesional. Dengan komposisi tim yang ada sekarang, kita meyakini bahwa selain merupakan figur-figur yang berpengalaman, mereka juga merupakan sosok yang memiliki komitmen dan integritas yang tidak diragukan. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.