Polisi Ikut Terjaring Operasi Patuh Tinombala

0
144

PALU – Operasi Patuh Tinombala 2018, tidak hanya menjaring warga sipil saja, namun aparat kepolisian pun tidak akan luput dari operasi ini. Hal ini seperti yang terlihat pada kegiatan Operasi Patuh, yang digelar di Jalan RE Martadinata, Sabtu (28/4), di mana sejumlah anggota Polri juga terjaring dalam razia.

Anggota Provost Polri memeriksa kelengkapan salah seorang anggota polisi dalam razia Operasi Patuh Tinombala 2018, belum lama ini. (Foto: Humas Polda Sulteng)

“Kami tidak membedakan apakah itu masyarakat atau anggota kita. Jika melanggar peraturan lalu lintas ya kita tindak,” ungkap Kasubdit Gakkum Dit Lantas Polda Sulteng, AKBP Zamzami.

Masih menurut Zamzami, anggota kepolisian dalam hal menaati aturan berlalulintas juga disamakan dengan masyarakat lainnya. Tidak hanya anggota kepolisian, anggota TNI pun juga bakal diperiksa jika ada razia. Karena dalam razia tersebut, tidak hanya anggota polisi lalu lintas sendiri yang terlibat, namun juga ada pihak polisi militer serta Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sulteng.

Sementara itu, Humas Polres Palu, Aipda I Kadek Aruna, menyampaikan, bahwa Operasi Patuh Tinombala yang dilaksanakan oleh Sat Lantas Polres Palu sudah melakukan penilangan kepada puluhan pelanggar yang masih didominasi oleh kendaraan roda dua. “Kalau untuk yang dimaksud melawan arus dan juga bermain HP itu, kita akan lakukan dengan sistem hunting dan juga Patroli, apabila melihat pengendara melanggar itu kami langsung berikan saksi berupa tilang,” katanya.

Kadek menyampaikan bahwa kegunaan HP saat berkendara tentunya sangat membahayakan pengendara lainnya, dan tentunya pengendara tersebut hilang konstrentrasi. “Bisa berdampak kepada kecelakaan dan juga melanggar rambu,” ungkapnya.

Sampai saat ini belum ditemukan pengendara yang ditilang oleh Sat Lantas Polres Palu saat menggunakan HP saat berkendara, namun bila ditemukan sesuai perintah dalam aturan Operasi Patuh Tinombala, maka akan ditindak. “Belum ada, yang baru dilakukan adalah razia di tempat yang dinyatakaan rawan pelanggaran lalu lintas,” kata Kadek.

Dirinya menjelaskan, bahwa sudah jelas dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pasal 106 ayat 1, setiap pengendara harus berkonsentrasi penuh dan wajar dalam berkendara. “Itu jelas sudah diatur dalam undang-undang dan memang melanggar, jadi kita tindak sesuai arahan operasi,” jelasnya. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.