Suparno, Guru Pesepeda Ontel yang Pertahankan Pola Hidup Sederhana

0
155

Tunjangan sertifikasi guru maupun gaji sebagai pegawai negeri sipil (PNS), dan sejumlah tunjangan yang diterma dari Negara, tidak lantas membuat Suparno SPd, hidup bermewah-mewah. Sosok guru Oemar Bakri, pada lagu Iwan Fals pun, terlihat ada pada diri Suparno.

Laporan: Andi Nur Alim, Tanamodindi

Suparno, guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, di SMP Negeri 7 Palu, ditemui di kediamannya. (Foto: Andi Nur Alim)

ZAMAN terus berubah. Jika dahulu, guru identik dengan sepeda kumbang, sebagai alat transportasinya, berbeda dengan saat ini. Seorang guru dengan mudah kita jumpai, ke sekolah sudah dengan kendaraan roda empat. Wajar, sebab saat ini pemerintah saat ini benar-benar perhatian terhadap nasib guru PNS, dengan memberikan gaji yang sangat layak.

Dari sekian banyak guru tersebut, ada satu guru di Kota Palu, yang hingga saat ini tetap bertahan menggunakan sepeda kumbang atau sepeda ontel. Dia lah Suparno. Bukan karena gajinya sebagai guru tidak mencukupi untuk membeli kendaraan bermotor, namun Suparno lebih memilih hidup sederhana, meski gaji yang diterimanya sudah lebih dari cukup.

Ditemui di kediamannya di Jalan Veteran, sepeda ontel tersebut terparkir di teras rumahnya. Di beberapa sisi, sepeda ini sudah terlihat berkarat, namun tetap bersih dan terawat. Suparno sendiri mengaku, sudah sejak tahun 1994 menjadi seorang PNS. Sepeda itu pun, sebelum dirinya menjadi PNS sudah setia menemani kemanapun dirinya pergi. “Ini sepeda sudah lama saya pakai. Saya setiap hari ke sekolah memang masih pakai sepeda ini,” jelas ayah tiga orang anak tersebut.

Selain karena sejak kecil tertanam pola hidup sederhana, dirinya mengaku, memakai sepeda dalam beraktifitas, agar kesehatan dan kebugaran tubuhnya tetap terjaga. Memang kata Suparno, di rumah tersebut bukan hanya sepeda yang menjadi kendaraan keluarganya. Dia juga memiliki sepeda motor, namun sepeda motor yang ada hanya dimiliki oleh kedua anaknya yang kini telah berkuliah. “Sebenarnya dengan gaji saya sebagai seorang guru saat ini, mobil pun memang bisa saya beli. Tapi itu semua kan hanya gaya hidup, yang pada akhirnya harus berhutang, tanpa berpikir nasib keluarga kedepan,” ungkap guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini.

Di sekolah pun, menurut Suparno, tidak sedikit rekan seprofesinya yang menyarankan Suparno untuk naik sepeda motor atau mobil saja, melihat tunjangan sertifikasi yang dia terima. Memang kata dia, hal itu bisa-bisa saja dia lakukan, namun dirinya harus menyicil dengan gaji yang diterimanya. “Saya tidak ambil pikir dengan ucapan orang lain yang mengatakan lah wong PNS kok masa nggak beli-beli mobil, padahal sertifikasi dan tunjangan sangat cukup untuk membeli atau menyicil mobil. Tapi, saya dengan kehidupan saya yang sekarang sudah sejahtera, bahkan saya bisa fokus mengabdi untuk mengajar dan mentransferkan ilmu buat anak-anak didik saya,” tuturnya.

Dia juga menambahkan, dengan bersepeda bisa membuat hubungannya dengan para siswa dan orang-orang sekitar bisa menjadi lebih akrab dan juga tidak ada rasa kesombongan yang hadir ketika dia menaiki sepeda. Jarak dari rumahnya ke SMP Negeri. Jarak rumah dan sekolahnya di SMP Negeri 7 Palu, di Kelurahan Lasoani, sekitar 500 meter. “Jadi selain berhemat, tubuh saya juga sehat. Hubungan silahturahmi dengan murid juga terjaga, karena murid saat berjalan ketemu saya selalu saling sapa. Kalau saya naik mobil dengan kaca tertutup, pasti tidak bisa menyapa satu persatu murid yang berjalan,” canda Suparno.

Sebagai guru, kata dia, dirinya tidak ingin terlalu memaksakan diri untuk memiliki barang yang memang belum terlalu dibutuhkan. Dia pun sudah bersyukur, bisa memiliki tanah dan rumah sendiri serta kendaraan bermotor untuk anak-anaknya pakai ke kampus yang jauh dari rumah. “Alhamdulillah, semua itu saya belinya tunai atau cash, karena saya tidak mau berhutang. Ada kalimat pakar ekonomi yang saya pegang hingga saat ini, bahwa gaji 500 ribu cukup untuk kebutuhan hidup, tapi tidak cukup untuk gaya hidup,” tutupnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.