Wanita Asal Tarakan Bawa Sabu, Ditangkap di Pelabuhan Tolitoli

0
483

TOLITOLI – Untuk kesekian kalinya Polres Tolitoli berhasil menggagalkan masuknya narkoba jenis Sabusabu.  Pelabuhan Dede Tolitoli kerap menjadi pintu masuk empuk bagi para pengedar narkoba mengirim narkoba dari daerah Kalimantan. Kali ini dua wanita cantik bernama Iis Hildasari alias Hilda (39) dan Asriana alias Ana (22) warga Tarakan-Kalimantan Utara, diciduk tim gabungan Polres Tolitoli, Rabu (2/5) sekira pukul 02.00 dinihari.

Salah seorang dari dua wanita asal Kota Tarakan menyaksikan baram haram yang dibawanya sedang diperiksa polisi, setelah turun dari KM Bukit Siguntang. (Foto: Polres Tolitoli)

Kedua wanita tersebut merupakan penumpang KM Bukit Siguntang, berangkat dari Pelabuhan Tarakan menuju Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dan Ditangkap saat turun di Pelabuhan Dede, Tolitoli.

Kronologis penangkapan disampaikan Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudussy SIK, awalnya tim mendapat informasi akan ada pengiriman sabu dari Nunukan melalui KM Siguntang.

Kemudian, tim gabungan terdiri dari Satresnarkoba, Satlantas, Satreskrim, Satsabhara, Polsek Baolan, yang dipimpin langsung Kapolres dan Wakapolres Kompol M Nur Asjik melakukan pemeriksaan satu persatu penumpang KM Bukit Siguntang. Total penumpang sebanyak 220 orang.

Saat pemeriksaan, tim menemukan sebuah tas punggung wanita berwarna hitam. Di dalamnya terdapat tas selempang warna hitam, dan saat diperiksa didapati lagi paket berbalut lakban  warna cokelat. Nah, ketika dibuka, ternyata didapati 3 paket yang dibungkus balon berwarna hijau, lalu dibuka isinya berupa kristal bening yang diduga sabu.

“Setelah kita timbang, 3 ball paket sabu tersebut beratnya mencapai 146,02 gram, masing-masing paket hampir mencapai 50 gram,” sebut Kapolres kepada Radar Sulteng.

Kapolres menambahkan, dari pemeriksaan sementara terhadap warga Kelurahan Selumit dan Lingkas Ujung, Kota Tarakan tersebut, diperoleh informasi bahwa sabu rencananya akan diedarkan di Ibukota Tolitoli-Kecamatan Baolan, dan akan dibawa pula hingga ke Kecamatan Dampal Utara dan Dampal Selatan.

“Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara massif, semua unsur dan lapisan masyarakat. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa peran serta masyarakat untuk tolak narkoba,” lengkap Kapolres. (dni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.